Genap 5 Tahun, Satoria Bersiap IPO

Presiden Direktur Satoria Group, Alim Satria (tengah) dalam perayaan ulang tahun ke-5 Satoria Group,

SURABAYA - PT Satoria Aneka Industri berencana go public (initial public offering/IPO) pada tahun 2020. Pelepasan saham ke publik dilakukan untuk memperkuat industri farmasi nasional. Rencananya IPO dilakukan setelah pabrik cairan infus dasar unit II selesai pada 2019. 

"Kami menggelar IPO karena ingin memperkuat industri farmasi nasional," kata Chairman dan CEO Satoria Group, Alim Satria,saat peringatan ulang tahun ke-5 Satoria Group, di Surabaya, Sabtu (29/9).

Menurut Alim Satria, sudah saatnya Indonesia tak lagi bergantung kepada negara lain. "Saya ingin Indonesia tidak lagi mengimpor bahan baku untuk farmasi. Saat ini dalam soal industri farmasi kita masih kalah sama Filipina,"katanya.

Saat ini, Satoria Group sedang membangun pabrik cairan infus dasar unit II, di Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pabrik yang menelan dana investasi USD45 juta itu ditargetkan tuntas tahun 2019. 

Pabrik baru bakal meningkatkan kapasitas terpasang produksi cairan infus dasar Satoria Group menjadi 125 juta botol per tahun pada 2019.Pabrik unit II yang berkapasitas 75 juta botol per tahun, bakal melengkapi pabrik unit I yang sudah beroperasi akhir tahun lalu dengan kapasitas produksi terpasang sebanyak 50 juta botol per tahun. 

Dalam waktu dekat, Satoria juga akan memiliki proyek nutrisi, alat kesehatan seperti vacuum blood tube dan blood chemical analysis, ditambah proyek baby biscuit yang saat ini sedang dalam proses pembangunan infrastruktur. 

Satoria juga akan memproduksi cairan hemodialysa, power mixed dan memproduksi mesin hemodialysa. Diharapkan pada kuartal akhir 2018 segera beroperasi dan akan mewarnai e-katalog BPJS Indonesia. 

Investasi tahap ketiga ini mencapai USD18 juta. Dari total investasi, sekitar 35 persen dari kas internal perseroan dan sisanya dari pinjaman dalam negeri. 

Menurut Direktur Operasional Satoria Group, Debora Novita, saat ini pihaknya bersama tim masih merumuskan dan mematangkan rencana IPO. Komposisi saham yang ditawarkan direncanakan sebesar 30%. 

"Untuk teknis lainnya seperti berapa nilai harga per lembar saham, kami akan lihat kondisi pasarnya dulu. Kami juga belum menggandeng perusahaan yang akan menjual saham kami," terangnya.(hap)