Sabtu Bangunan Warga Tambangboyo Dibongkar

Bangunan di sisi barat Sungai Tambangboyo

SURABAYA-Puluhan bangunan sisi barat Sungai Tambang Boyo, Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambak Sari bakal digusur Sabtu (13/10), besok. Puluhan bangunan semi permanan yang berdiri di bantaran sungai Tambak Boyo itu rencananya akan dibangun sebagai akses Jalan Suramadu.
Lurah Pacar Keling Sri Sukariati menjelaskan, 66 bangunan rumah di sepanjang Jalan Tambangboyo segera dibongkar Pemerintah Kota Surabaya. Puluhan bangunan itu ada di wilayah RT 06/RW10 dan RT 07/RW10. “Rencannya pembongkaran Sabtu (13/10). Karena penghuni sudah mendapat surat peringatan untuk mengkosongkan hunian. Jumat (12/10) hari ini penghuni wajib merelokasi masing-masing barangnya," kata Sri Sukariati kepada Memorandum.
Sri Sukariati menuturkan, beberapa warga sudah mengosongkan rumah sejak Sabtu (6/10) lalu. "Sebagaian meninggalkan rumahnya. Besok lokasi pelebaran jalan sudah bersih dari penghuninya," tandas dia.
Sementara dari 66 warga, ada 19 KK terdampak pembongkaran tersebut direlokasi di Rumah Susun Keputih. “Warga asli Surabaya yang menempati sisi barat Tambangboyo ada 45. Sedangkan warga luar Surabaya ada 4,” tutup Ria.
Rofiul Ana warga RT 07/RW 10 menceritakan, sebelum pembongkaran warga sudah mendapat ganti rugi dari Pemerintah Kota Surabaya pada tahun 1996. Namun, beberapa warga hanya menerima beberapa dari total ganti rugi. “Mulanya warga mendapat sosialisasi dari Dinas PU dan warga setuju semua lantaran mendapat ganti rugi berupa uang,” kata Rofiul.
Menurut dia, rata-rata warga terdampak pembongkaran baru sebagaian menerima ganti rugi. Kerugian dibawah Rp 5 juta, pemkot sudah dipenuhi. Namun, untuk kerugian Rp 5 juta ke atas warga hanya dijanji-janjikan. “Nominal gantirugi yang diberikan kepada warga tergantung luas bangunan,” ujar dia.
Rofiul yang menempati rumahnya mengaku juga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ke Pemkot Surabaya setiap tahunya. " PBB tahun 2018 sekitar Rp 63, 540 sudah rampung," terang Rofiul.
Terpisah Wakil Ketua RT 06/RW 10 M Cholil menyebutkan, dari 30 KK rumah terdampak pelebaran jalan di RT 06/10, diantaranya hanya 9 KK yang mendapat prioritas untuk menempati Rusun Keputih.  “Sisa warga tidak mendapat tempat relokasi, apakah kami harus tidur dipinggir jalan,” keluhnya.
Ita warga RT 06 berharap meminta pemkot memberi waktu, Sampai dirinya mendapat tempat tinggal sementara. “Kami akan bertahan disini,” tegas Ita. (alf//day)