Maling ITS Diringkus

Kanitreskrim Polsek Sukolilo Ipda Supranoto dan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Rety Husin menunjukkan barang bukti dan tersangka.

SURABAYA - Meski baru beberapa bulan keluar dari penjara karena mencuri tas mahasiswa Institut Sepuluh November Surabaya (ITS), tidak membuat Abdul Latif Daulali (35), kapok. Kini Warga Jalan Kedung Turi II itu kembali mendekam di tahanan Polsek Sukolilo dengan kasus yang sama. 

Tidak tanggung-tanggung, dalam waktu dua bulan, tersangka berhasil menggondol empat tas milik mahasiswa. Sasarannya, mereka beribadah di masjid atau berolahraga di lapangan.

Untuk mengelabui calon korban, tersangka berpura-pura beribadah di masjid atau sedang menunggu anaknya di dalam kampus. Disaat korban lengah itulah tas yang ditinggalkan korban langsung dicuri. 

Kapolsek Sukolilo Kompol Ibrahim Gani membeberkan, penangkapan tersangka bermula berkat rekaman close circuit television (CCTV) yang terpasang disekitar lokasi. Dalam rekaman itu, polisi mengidentifikasi pelaku yang tak lain adalah pemain lama.

Berbekal laporan dari korban, petugas selanjutnya melakukan penyelidikan termasuk mengambil rekaman CCTV di lokasi.

"Saat kami pelajari, pelaku ini identik dengan yang kami tangkap setahun lalu, " kata Ghani.

Lebih lanjut, Ghani menjelaskan, setelah memastikan tersangka berada di rumah langsung ditangkap. Tersangka tidak mengelak saat ditangkap, sebab dari dalam kamar ditemukan dua buah barang bukti hasil kejahatan.

“Dari rumahnya kami amankan barang bukti HP dan laptop. Dia mengaku itu hasil dari pencurian yang belum sempat terjual,” pungkas Ghani. (fdn/fer)