Audisi Penghuni Rumah Terakhir Banjir Peserta

Peserta antre mendaftar audisi Penghuni Rumah Terakhir.

SURABAYA - Audisi reality show Penghuni Rumah Terakhir  yang digelar di Hotel Inna Simpang, Surabaya, dipadati peserta, Sabtu dan Minggu (29-30/9). 

Di hari pertama,  ratusan langsung peserta audisi mega reality drama show yang bakal tampil dilayar kaca GTV. Antusiasme sejumlah perserta memperebutkan tiket ke Jakarta untuk rumah senilai Rp 2 miliar.

Untuk audisi Penghuni Rumah Terakhir, selain di Surabaya juga diselenggarakan  di empat kota besar lainnya yaitu  Bandung, Palembang, Yagyakarta dan Jakarta. “ Acara mega reality drama show Penghuni Rumah Terakhir  ini jauh lebih menarik dan manantang dibandingkan dengan sebelumnya,” ungkap Dede Rachman, promo off air section head GTV, Minggu (30/9). 

Dede melanjutkan, para Penghuni Rumah Terakhir ini nantinya akan tinggal di sebuah rumah besar dan menjalani sejumlah permainan setiap harinya selama 70 hari. Tujuannya untuk merebut simpati pemirsa dengan berbagai tantangan yang akan dilalui oleh para peserta ini. 

“ Setelah lolos,  peserta  akan dikumpulkan di satu rumah dimana emosi peserta ini akan diaduk dengan tantangan-tantangan yang sangat tidak mudah. Siapa yang bertahan hingga terakhir diakan yang akan mendapatkan rumah senilai 2 miliar,” katanya.

Sementara itu, Iksan Sutanto, alumni Penghuni Rumah Terakhir 2004 asal Surabaya ini, berbagi pengalaman dengan para peserta angkatan 2018. Pria 35 tahun ini mengatakan banyak pengalaman yang bisa diambil dari  acara tersebut, selain  manajemen diri hingga toleransi. 

“ Penghuni Rumah Terakhir membuat kita mandiri, toleransi dan sportifitas. Dari latarbelakang sosial, budaya dan agama kita bisa beratu dan saling menghargai dibalik kita berkompetisi di dalam satu rumah itu,” kata Iksan. 

Hadia rumah senilai Rp 2 miliar membuat Anas Mashuri asal Surabaya termotivasi  ikut reality show bergengsi ini. “ Yang jelas saya termotivasinya dengan hadiahnya, karena saya ingin punya rumah sendiri. Selama ini saya masih tinggal di rumah orang tua,” kata dia.

Bukan hanya hadiah saja yang menjadi tujuan  pria 35 tahun ini, tapi acara tersebut sebagai langkah awal untuk mengapai cita-citanya yang ingin menjadi seorang intertain. “ Disini kita bisa bertemu dengan banyak orang, karena saya suka interten, saya harap acara ini bisa menjadi  jembatan ke dunia intertemen,” ungkapnya. 

Pria yang perkepala plotos ini, menegaskan bahwa sudah mempersiapkan segala untuk optimis bisa lolos ke jakarta. “ ini kan bukan sperti pencarian bakat, tapi kita disini bagaimana bisa melewati tantangan yang diberikan kepada kita, dan saya yakin saya bisa lolos. Diajak ini kita hanya membutuhkan tekat, mental yang kuat dan saya optimis mampu,” katanya. (alf/udi)