461.000 DPT Bermasalah di Jatim

SURABAYA - Fase akhir proses analisa dan pencermatan, temuan adanya data bermasalah dalam DPT Pemilu-Pilpres 2019 di provinsi Jatim ditemukan 461 ribu pemilih bermasalah.

Hasil temuan ini disampaikan Bawaslu Jatim ke KPU dan seluruh parpol.

Pimpinan Bawaslu Jatim resmi menyerahkan data hasil analisa DPT itu kepada komisioner KPU Choirul Anam. Data itu juga diserahkan pada perwakilan 16 parpol peserta Pemilu. ”Seluruh temuan ini ditindaklanjuti dalam proses rekapitulasi ulang DPT,” kata ketua Bawaslu M Amin.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, KPU Jatim dan Bawaslu menggelar rapat pleno rekapitulasi ulang penetapan DPT tingkat provinsi sebelum 14 September.

Baca Juga: Temukan 2,9 Juta Pemilih Ganda, Bawaslu Sebut Masih Bisa Bertambah

Bawaslu juga memberi kesempatan kepada publik maupun seluruh parpol untuk ikut memantau hasil analisis tersebut. ”Data perbaikan ini benar-benar diketahui seluruh elemen. Bahkan, jika publik menemukan fakta baru, kami akan menindaklanjuti,” kata komisioner Bawaslu Aang Kunaifi.

Dari hasil terakhir analisa dan pencermatan DPT yang disusun seluruh Bawaslu se-Jatim, total data pemilih yang bermasalah di Jatim sedikitnya mencapai 431.856 pemilih.

Dari jumlah itu, temuan terbanyak adalah temuan data pemilih yang ganda (berupa NIK, nama, tempat tanggal lahir). Jumlahnya mencapai 300.297 pemilih yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

Sejumlah perwakilan parpol berharap agar temuan itu ditindaklanjuti oleh KPU. ”Sebab, jika tidak, KPU sangat berpotensi melanggar aturan,” kata fungsionaris DPD Partai Golkar Jatim Aan Ainur Rofiq. (day/yok)