Sering Dirazia Satpol PP, PSK Stasiun Wonokromo Tak Kapok

Geliat prostitusi di rel KA Stasiun Wonokromo.

SURABAYA - Upaya Satpol PP Kota Surabaya melakukan penertiban prostitusi di kawasan Stasiun KA Wonokromo, ternyata tidak membuat PSK (pekerja seks komersial) kapok. Setelah menjalani hukuman, mereka kembali menjajakan kenikmatan sesaat kepada lelaki  hidung belang digelapnya bedeng-bedeng kelambu.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota  Surabaya, Bagus Supriyadi, mengakui di stasiun tersebut kerap dijadikan ajang prostitusi.  Untuk itu pihaknya berulangkali menertibkan PSK di sana.  

Dalam sebulan ini, masih lanjutnya, satpol  sudah empat kali merazia. Hasilnya, beberapa PSK berhasil dijaring. 

“ Razia terakhir, satpol PP menangkap  7 PSK. Mereka dibawa ke Liponsos Keputih,” tegas Bagus Supriyadi, Jumat (31/8).

Yang membuatnya agak heran adalah mudahnya PSK maupun hidung belang yang masuk di stasiuan tersebut. Ia sendiri tidak tahu dari pintu mana mereka masuk.

“Kami akan terus merazia PSK. Setiap kali razia di sana, kami koordinasi dengan PT KAI Daop VIII,” tegas dia.

 Sedangkan Humas PT KAI Daop VIII Gatut Sutiyatmoko tak bisa  dikonfirmasi. HP-nya tak bisa dihubungi. 

Sementara itu geliat prostitusi di Stasiun Wonokromo terus berlangsung. Biasanya  PSK beroperasi dari pukul 20.00  dengan cara menjajakan diri  sekitar stasiun, sisi timur rel KA.

Sedangkan hidung belang yang sudah tak kuat menahan gejolak hawa nafsunya bisa lewat  dekat parkir sepeda motor. Mereka harus terlebih dahulu naik tangga beton untuk sampai ke   sisi timur  rel dan di sana akan disambut senyuman genit wanita berdandan menor.

Untuk membuang hajat, pasangan bukan muhrim ini memacu birahi di dalam  tenda terbuat dari kain dan terpal dengan beralasan kasur atau kain spanduk.

 Suara erangan kenikmatan memecah malam  ketika mencapai puncak.  Dan saat itu lelaki hidung belang dan PSK keluar dengan senyum kemenangan.(udi/day)