Tidak Sediakan Tempat Sampah, Pedagang Didenda

Tim motivator DKRTH menyisir Pasar Pahing Rungkut dalam sosialisasi perda.

SURABAYA - Pedagang wajib menyediakan tempat pembuangan sampah. Bila tidak, mereka akan terkena denda.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi  Perda No 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan  dan Perwali No 10 Tahun 2017 tentang Kebersihan Kota di Pasar Pahing Jalan Kali Rungkut.

Adi Candra, tim motivator Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, menjelaskan sosialisasi  dengan sasaran pedagang."Para pedagang diminta untuk menyediakan tempat sampah secara mandiri. Seperti karung, plastik, kardus, keranjang bekas," tandas Adi.

Lanjut Adi, setelah dilakukan sosialisasi, sewaktu waktu akan ada penindakan yustisi kebersihan dan akan diberlakukan tilang kepada pelanggarnya. “Sanksinya telah ditentukan ," tutur Adi.

Jenis pelanggaran antara lain seperti membuang sampah di sungai, selokan, saluran air, jalan umum, tempat umum, trotoar atau lainya akan dikenakan denda. "Selain itu dihimbau agar selalu menjaga kebersihan lapak, kebersihan lorong jalan. Dan,  tidak membuang sampah di sembarang tempat," kata dia.

Dijelaskannya, denda tergantung volume sampah, mulai dari sampah 0,5 meter dendanya senilai Rp 75 ribu. Volume sampah 0,51 hingga 1 meter dendanya Rp 150 ribu. Sedangkan volume sampah 1 meter dendanya Rp  750 ribu.

"Minimal denda Rp 75 ribu. Namun itu jika sudah disosialisasikan maka akan fair jika masih bandel dilakukan penindakan dengan tilang KTP-E," imbuhnya. (alf/udi)