Anugrah Jaminkan Diri dengan BPKB Ambulans, Terkait Pendaftaran Caleg PKB

Anugrah Ariyadi dan Musyafak Rouf.

SURABAYA - Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya Musyafak Rouf  kecewa dengan sikap Anugrah Ariyadi. Sebab, legislator  dari PDI-P ini tiba-tiba mengunduran diri sebagai bacaleg dari PKB menjelang penutupan perbaikan berkas di KPU Surabaya.

Musyafak Rouf menegaskan, Anugrah menjadi bacaleg PKB sudah sesuai dengan prosedur. Sebab, yang bersangkutan sudah membuat surat pernyataan pengunduran diri sebagai pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya pada 22 Juli. Bahkan Anugrah sendiri sudah memiliki  KTA PKB dengan Nomor  35.78.1001.00001. Bahkan sebagai keseriusannya maju lewat PKB, lanjut Musyafak, Anugrah menyerahkan BPKB mobil ambulans-nya. 

“Ia datang ke kantor PKB malam-malam. Dan kami sendiri menerima dengan baik. Termasuk menempatkan dia menjadi bacaleg menggantikan bacaleg lainnya yang kebetulan sedang sakit,” tegas Musyafak Rouf.

Ketika ada persyaratan dari KPU agar mengundurkan diri sebagai legislator, lanjut dia, ternyata Anugrah tidak muncul lagi. Tiba-tiba  mengundurkan diri saat injury time. Padahal semua berkas sudah memenuhi syarat. 

“Kami minta alasan konkretnya membatalkan sebagai bacaleg PKB melalui surat resmi bukan melalui pesan WA ('whatsapp')," kata Musyafak.

Ia mengatakan jika alasan Anugrah membatalkan menjadi bacaleg karena persoalan surat pengunduran diri menjadi DPRD Surabaya. Tentunya, lanjut dia, pihaknya sudah memberikan arahan jauh-jauh hari kalau menjadi bacaleg konsekwensinya harus mundur dari DPRD Surabaya.  

Sementara itu ketika dikonfirmasi kepada Anugrah Ariyadi, HP-nya tak bisa dihubungi. Melansir antara.com, Sekretaris DPC PDI-P Surabaya Syaifudin Zuhri mengatakan, Anugrah Ariyadi yang saat ini menjadi Wakil Ketua Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Surabaya masih menjadi kader PDI-P sekaligus Wakil Ketua DPC PDI-P Surabaya. 

Mengenai adanya surat pengunduran diri Anugrah sebagai pengurus DPC PDI-P Surabaya dan kartu tanda anggota (KTA) PKB yang sempat viral itu, Syaifudin mengatakan bahwa surat dan KTA tersebut salah.

"Surat pengunduran diri yang benar tidak ke DPC PDIP melainkan ke DPP PDIP, ini karena SK Anugrah dari DPP. Selain itu foto di KTA tidak jelas. Ada unsur lain dari Anugrah," ujarnya.

Meski demikian, Syaifudin menegaskan bahwa Anugrah sudah tidak bisa lagi menjadi bakal caleg dari PDI-P setelah dicoret DPP PDI-P dari daftar bacaleg pada saat menjelang pendaftaran di KPU Surabaya beberapa waktu lalu. (mik/udi/lis)