Kawal Pileg dan Pilpres 2019, KPU Jatim Tambah Tujuh Komisioner

Tim seleksi KPU Jatim Abdul Chalik memberikan keterangan soal tambahan dua komisioner.

SURABAYA - Mengawal pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, jumlah komisioner KPU Jatim akan bertambah menjadi tujuh orang. Berdasar UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, lima komisioner KPU Jatim dianggap masih  kurang mengawal gawe besar selama 2019 mendatang.

Sekretaris Timsel Calon Anggota KPU Jatim, Abdul Chalik mengatakan, jumlah penduduk di atas 10 juta jiwa, maka anggota KPU-nya ditambah dua orang menjadi tujuh orang. “Berdasar UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu,” tandas Abdul Chalik di media center KPU Jatim.

Ia menambahkan timsel dibentuk KPU RI bekerja hingga 16 Agustus 2018, dan menentukan empat nama calon anggota KPU Jatim. 

"Komisioner KPU nanti tidak sekadar hanya mencari pekerjaan, tapi harus punya kapasitas, kapabilitas, dan integritas. Jadi, harus punya kemampuan, kemampuan, dan integritas untuk bangsa," katanya.

Pendaftaran calon anggota KPU Jatim dibuka sejak 10 hingga 18 Juli 2018 mendatang. Para kandidat ini harus lolos tes administrasi, akademik, kesehatan, dan tes wawancara. "Tanggal 1 Agustus kami serahkan empat nama calon kepada KPU RI, yang selanjutnya KPU RI akan menentukan dua nama yang dinilai layak menjadi anggota KPU Jatim tambahan," tuturnya. 

Berdasarkan lama tugas Komisioner KPU Jatim yang akan bertugas sampai Februari 2019, maka kedua komisioner tambahan ini hanya bekerja enam bulan saja. "Mereka menyesuaikan dengan kerja anggota yang lama, yaitu hanya sampai enam bulan saja," tegasnya.

Dengan tugas-tugas yang cukup berat menjelang pileg dan pilpres, maka timsel mengaku sangat mengutamakan mereka yang punya pengalaman soal kinerja KPU. (day/lis)