Muhammadiyah Surabaya Siapkan 92 Titik Lokasi Salat Ied

M Arif'an

SURABAYA - Berdasarkan maklumat pimpinan pusat (PP) Muhammadiyah, 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 2018 ditetapkan pada Jumat,15 Juni 2018. Penetapan Idul Fitri itu merujuk hasil perhitungan astronomi atau hisab yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Untuk itu,  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, telah menyiapkan 92 titik lokasi yang tersebar di 31 kecamatan. Salat ied itu dilaksanakan baik di lapangan, jalan dan halaman masjid. Misalkan di Jalan Pahlawan dengan khotib Prof Dr H Syarif Imam Hidayat (Dosen UPN Surabaya), Lapangan Gelora 10 Nopember khotib Drs KH Dawam Sholeh (Pengasuh Pesantren Al-Islah Karang Asem/Majelis Tarjih PDM Lamongan), Lapangan Hokky Drs Rahmat Sholahuddin M.Pd.I (Dosen Pasca Sarjana Umsida), Lapangan olahraga Bangunsari Drs Ach Basuki MA (Korps Mubaligh Muhammadiyah PDM Surabaya), halaman JX Ahmad Yani khotib Drs M  Alamil Huda, M.Pd.I (Korps Mubaligh Muhammadiyah PWM Jawa Timur) dan di halaman SMA Muhammadiyah khotib H Chusnul Chuluk  S Pd. 

"Kami mengajak warga Surabaya, mari berbondong-bondong bersama keluarga mengikuti pelaksanaan salat, sekalian juga kami imbau karena Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, maka pelaksanaan salat Jumat tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya, " ujar Dr H Mahsun Ketua PD Muhammadiyah, Rabu (13/6).

Memaknai Idul Fitri, hendaknya umat Islam tetap menjaga keutamaan bulan pada bulan puasa. Seperti komitmen keislaman dalam menegakkan ajaran Islam secara keseluruhan dan sebenar-benarnya.

"Ibadah yang dilakukan selama Ini dalam rangka lebih peduli dan lebih peka pada nilai-nilai keagamaan.Di antaranya merasa terusik dan terpanggil bila ada yang menodai ajaran Islam, serta diharapkan bulan Ramadan ini hendaknya menjadi ruang pendidikan memahami Islam yang Rahmatan Lil Alamin, Islam yang sejuk, Islam yang Damai. Islam yang merangkul dan bukan memukul. Islam yang bukan teroris," sambung M  Arif’an, Sekretaris PD Muhammadiyah. 

Selain itu, lanjut dia, adalah komitmen sosial dan komitmen kebangsaan yakni di dalam bulan puasa kepekaan sosial dimunculkan yang artinya bahwa umat Islam harus tolong menolong, serta memberikan pendidikan layak bagi fakir miskin dan yatim piatu. 

Serta kepekaan umat dalam politik khususnya jelang Pilgub Jawa Timur dan tahun politik 2019 untuk memilih pemimpin yang peduli umat dan pemimpin yang faham persoalan umat. Yakni,  pemimpin yang selalu menjaga keutuhan dan harmonisnya NKRI. (mik/lis)

 

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU