Lahan Bawah Tol Dupak Beralih Fungsi

Lokasi bawah tol dialih fungsikan warga Dupak Rukun Baru.

SURABAYA - Meski Jasa Marga melarang mendirikan bangunan atau melakukan aktifitas di bawah jalan tol, namun masih tak digubris sebagian warga Jalan Dupak Rukun Baru. 

Asnafi, Lurah Asemrowo menjelaskan pihaknya sudah sering kali melarang aktifitas warga untuk tempat usaha. Namun teguran yang dilakukan, tidak juga dihiraukan. “Himbauan ini untuk kebaikan mereka juga loh,” ujar Asnafi.

Menurutnya, menjadikan tempat usaha usaha di bawah tol sudah kelewatan. Selain membahayakan warga, juga berbahaya pengendara yang melintas diatas tol. “Bayangkan saja, tumpukan kayu ini bisa hingga 2 meter loh, seringkali angin kencang merobohkan tumpukan kayu yang tinggi itu,” paparnya.

Sepanjang bawah tol Gunungsari-Perak yang melintas di wilayah Dupak Rukun, tidak hanya dipenuhi usaha pengrajin kayu. Tetapi, kini mulai tumbuh warung-warung kecil di sekitaran bawah tol. “Mereka termasuk bandel. Tapi kami dari kelurahan juga serba salah, yang memiliki tanah (Jasa Marga.red) juga belum bertindak. Jadi kami hanya bisa menghimbau,” pungkas Asnafi.

Pantauan Memorandum, sebagaian warga di Jalan Dupak Rukun Baru Kelurahan/Kecamatan  Asemrowo, mengalihfungsikan bawah tol. Tempat seteril tersebut,  kini dijadikan tempat usaha. Meski berbahaya, warga tida memperdulikan dan ngotot bertahan.

Beberapa kali kelurahan dan Satpol PP melakukan himbauan, teguran tidak juga digubris warga. Bahkan tindakan tegas petugas dengan mengusir dari lokasi steril di bawah jalan tol, warga justru melawan petugas.

Pengakuan Darmaji, salah seorang warga Dupak Rukun Baru, dirinya memanfaatkan bawah tol untuk tempat usaha, karena sudah tidak ada tempat. Ia mengaku sudah bertahun-tahun, menjalankan usahanya dilokasi yang berbahaya.  “Saya disini juga cari uang, sama kayak petugas yang lain,” katanya, Selasa (15/5).

Darmaji mengaku hanya memanfaatkan bawah tol untuk menyimpan kayu  yang sudah siap di kirim. Bukan untuk tempat tinggal. “Mau gimana lagi, diwilayah ini itu sudah tidak ada tempat. Semua tempat sudah di pakai untuk tempat usaha masing-masing kayak rongsok dan sebagainya. Jadi tolong dimengerti,” ujarnya dilokasi bawah tol.

Terpisah Agus Tri pihak yang berwenang di Jasa Marga, belum memberikan jawarab saat telfon dan whatsap Memorandum. (ajg/day)