Rajin Eja Tubuh Santri

MENJADI guru ngaji, seorang lelaki di Bogor, sebut saja Ableh (38), mungkin mulai bosan mengajari santri-santrinya mengeja alib, bak, tak, sak. Nah, untuk mengusir kebosanan itu, Ableh mencoba-coba bereksperimen. Giliran dia mengeja tubuh-tubuh mungil para santrinya: ah, ah, ah, ah… asyiiik.

Eksperimen itu dilakukan Ableh di Kecamatan Sukajaya dan kali pertama terendus seorang wali santri. Wali tersebut, sebut saja Mak Ijah, dikeluhi putrinya yang tak mau lagi pergi mengaji. Alasan si putri: takut dubuhnya dieja-eja pak ustaz.

Mendengar itu, Mak Ijah menanyakan kebenaran cerita putrinya ke teman-teman si anak. Hasilnya, mereka membenarkan pengakuan itu. Sebagian dari mereka malah sudah masuk tingkat mahir. Panjang dan pendeknya ejaan sangat diperhatikan.

Seperti dilansir okezone.com, kasus ini pun diusung ke meja pak polisi. Kapolsek Cigudeg Kompol Asep Supriadi membenarkan ada dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru ngaji di Sukajaya. Kasus ini sudah dilimpahkan ke Unit PPA Polres Bogor.

"Iya betul. Sementara korban ada empat. Pelaku sudah diamankan dan kami limpahkan ke Unit PPA Polres Bogor untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Asep, Minggu (12/8). (*/jos)