Ditipu Puluhan Juta, Tita Rizky Layangkan Gugatan

Tita Rizky bersama Rayvelin penyanyi lagu Allah.

JAKARTA - Pencipta lagu anak-anak, Tita Rizky, melayangkan gugatan terhadap PT Global Era Digital,  sebuah perusahaan rekaman di Jakarta. Tita terpaksa menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan lantaran merasa ditipu puluhan juta oleh perusahaan tersebut. 

Tita merasa ditelikung.  Pihak label telah menggunakan lagu ciptaannya berjudul Allah dengan mengganti judul bertajuk Sholawat  tanpa seizin wanita kelahiran Serang ini. 

“Karya  itu dipakai begitu saja tanpa pemberitahuan kepada saya sebagai pencipta lagu yang dinyanyikan Rayvelin. Terus, mereka dengan gampangnya mengganti judul lagu,”  kata Tita Rizki, saat dihubungi Memorandum, Selasa (12/6) malam. 

Tita bersama Rayvelin dan Togar Situmorang.


Lanjut Tita, pihak label juga telah mengomersilkan lagu tersebut melalui youtube dan RBT yang mana lewat kedua kedua aplikasi tersebut pihak label bisa meraup keuntungan.

"Semua itu tanpa seijin saya sebagai pencipta dan produser lagu yang sah,” sambung Tita. 

Kuasa hukum Tita Rizky, Togar Situmorang menegaskan pihaknya mempertanyakan sikap arogan dari kuasa hukum label musik di bawah naungan PT Global Era Digital saat bertemu kliennya.

Rayvelin, selain lagu Allah, juga menyanyikan lagu Galau.


“Mestinya bersikap profesional sebagai seorang kuasa hukum. Seharusnya tidak arogan dengan mengaku kenal para petinggi dan bos di industri musik," urai Togar Situmorang.

Tidak hanya arogan,  lanjut Togar,  kuasa hukum Global Era Digital juga melakukan intimidasi kepada kliennya. 

"Jelas itu melanggar kode etik advokat. Seorang kuasa hukum itu seharusnya mencerahkan dan berusaha semaksimal mungkin memberikan solusi,” sambungnya. 

Terpisah, anggota Komisi X DPR, Anang Hermansyah dikutip dari kabarseleb. com meminta kepada aparat penegak hukum agar menindak tegas segala bentuk pelanggaran hak cipta dan memberikan hukuman berat. 

Dimana, pelanggaran UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta masih terjadi di lapangan. 

"Untuk itu, saya berharap aparat penegak hukum serius menangani pelanggaran karya intelektual. Para pelakunya harus dijerat hukuman yang berat,” ujar politisi dari PAN dari Dapil Jatim IV ini. 

Perkara ini, bermula dari perjanjian kerja antara Tita Rizky dengan label Global Era Digital yang dilakukan pada pertengahan tahun 2014. Dalam perjanjian tersebut, dijelaskan terkait proyek rekaman lagu ciptaan Tita sekaligus pembuatan video klip lagu tersebut.

Lewat perjanjian itu, Tita harus membayar biaya produksi ke label musik sebesar Rp 52 juta untuk 10 lagu, sekaligus pembuatan video klip. Jika dilanjutkan dengan distribusi lagu-lagu melalui CD, Tita harus menambah biaya sebesar Rp 6 Juta.

Hingga saat ini,  perjanjian kedua belah pihak sudah berjalan empat tahun. Tetapi Tita mengaku belum pernah mendapatkan rincian terkait royalti atas lagu-lagu ciptaannya dan tidak mengetahui sejauh apa pendistribusian melalui CD di bursa musik Indonesia. (*/mik)