Duka Seorang Ayah Mengasuh Gadis Zaman Now (3): Ditemui, Hanya Melongokkan Wajah dari Balik Pintu

Yuli Setyo Budi, Surabaya

Diakui Deni, pernikahan anaknya vs Wahyu tidak lantas membuat hatinya menjadi lega. Plong. Sama sekali tidak. Perasaan dia malah semakin kacau, dipenuhi tanda tanya besar: menjadi apa Riama di bawah bimbingan Wahyu? Bukankah suami adalah imam bagi istri?

Takmir masjid di daerahnya ini dilanda kegelisahan tanpa ujung. Menggelinding dan terus menggelinding laksana bintang berekor yang dilemparkan pengusasa bumi dan langit untuk mengusir setan.

Hari demi hari dilalui Deni bagai musafir berjalan di atas bara. Panas dan sangat menyakitkan. Setiap saat hatinya ditampar kekhawatiran terjadi sesuatu terhadap Riama.

Untuk menenangkan hati, Deni tak pernah bosan menghubungi anaknya. Pagi, siang, dan malam selalu dilakukan.  Minimal untuk bertanya, “Awakmu apik-apik enae tah Nduk? Itulah yang aku ulangulang.”

Deni akan merasa nyicil tenang setiap Riama menjawab, “Aku rapopo, Pak. Gak usah terus-terusan nelpon tah.” Tapi, jawaban itu tidak serta merta melegakan lulusan pondok pesantren di kawasan Jenjeran ini.

Masalahnya, setiap ditemui, Riama terkesan cenderung menghindar. Atau kalau Detidak, terpaksa menemui Deni dengan hanya melongokkan wajah dari balik daun pintu rumahnya.

Alasan Riama, suaminya nanti marah dan uring-uringan kalau Deni terlalu sering muncul di rumah. “Menantu macam apa ini? Aku sampai mengancam Riama, nanti setelah kelahiran bayinya, Riama harus cerai. Titik. Ini harga mati,” tegas Deni mengulang ucapan yang pernah dilontarkan kepada Riama.

Namun, waktu berjalan hingga 10 bulan, Riama tidak pernah bercerita tentang kelahiran anaknya. Perempuan berparas ayu mirip ibunya itu bahkan tidak pernah menyinggung-nyinggung masalah tersebut.

Baru ketika didesak Deni, Riama berterus terang bahwa dia keguguran pada tiga bulan pascapernikahan. Riama tidak menceritakan penyebabnya, namun Deni yakin itu terjadi karena ulah kasar Wahyu. Masalahnya, Deni pernah melihat sepintas kulit di beberapa bagian tubuh Riama terluka. Hal itu tampak ketika Riama membuka pintu dan buru-buru menutupnya kembali. Saat itu Riama memang hanya menemui Deni dengan melongokkan wajah.

Tapi ketika hal tersebut ditanyakan, Riama mengelak. Perempuan berambut ikal ini malah berusaha membelokkan arah pembicaraan ayahnya. Kejadian serupa tidak hanya sekali disaksikan Deni.

Yang paling parah, Deni pernah melihat pipi bagian atas dekat mata Riama lebam berwarna merah kehitaman. Ada goresgores tipis. Apa kata Riama? Dia mengaku terjatuh di dapur dan wajahnya tergores pegangan elpiji.

Intinya Deni mencoba menerima apa pun yang disampaikan Riama, asalkan anaknya itu tidak mengeluh. (bersambung)