Pengamanan PSU Sampang Diperketat

Gubernur Jatim Soekarwo

SURABAYA - Diyakini berpotensi konflik kepentingan, pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Sampang dijaga super ketat oleh aparat gabungan. Ribuan personel mulai dari Polda Jatim, Polres setempat hingga polsek dikerahkan.

Terkait pengamanan serta jumlah personel yang begitu besar itu, Gubernur Jatim Soekarwo memberi penjelasan, Rabu (12/9).

"Kita hanya memberikan sarana dan prasarana, support, tapi pengamanannya luar biasa ini lebih banyak daripada pengamanan yang lalu," kata Soekarwo.


Lantas berapa jumlah personel yang akan dikerahkan? Kasubbag Humas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo mengaku ada peningkatan pengamanan sebanyak 2 kali lipat. Eko menyebut ada 2.800 personel gabungan yang dikerahkan. 

"Kita ada peningkatan personel sebanyak dua kali lipat, jumlah personel polres atau polresta yang di BKO-kan mencapai 2.800 personel," ujar Eko.

Eko merinci, jumlah ini tak hanya berasal dari polsek-polsek yang ada di jajaran Polres Sampang, namun ada BKO dari Polda Jatim.

Dia mengatakan ada 100 personel dari polda dan 600 personel dari Brimob Polda Jatim. 
Selain pengamanan, Eko menambahkan ada bantuan lain dari Polda Jatim. Yakni untuk memback-up posko, ada tambahan 15 personel.

Tak hanya itu, ada pula 30 intel dari Polda Jatim yang turut membantu di PSU Pilkada Sampang. 


"Rinciannya, Polda Jatim 100 personel, Brimob Polda Jatim 600 personel. Ada juga personel untuk memback-up posko PSU dari Polda sebanyak 15 personel, juga untuk Intel polda ada yang memback-up 30 personel," lanjutnya. 


Eko menegaskan Polres Sampang telah siap melakukan pengamanan. Namun, dirinya masih menunggu jadwal dari KPU terkait kapan akan digelar PSU Pilkada Sampang.

"Tentunya kalau di Sampang sudah siap, hanya menunggu jadwal dari KPU. Jadi nanti menyesuaikan tahapan dan jadwal dari KPU," pungkasnya. (yok/lis)