KPU Tetapkan Khofifah-Emil Gubernur Terpilih

Gubernur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, menerima surat keputusan dari Komisioner KPU Jatim dalam acara penetapan pasangan calon terpilih di Hotel Wyndham, Surabaya.

SURABAYA - Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno tidak hadir dalam penetapan Khofifah Indar Parawansa- Emil Dardak sebagai Gubernur Jatim terpilih di Hotel Wyndham, Selasa (24/7) malam. Ketidakhadiran Gus Ipul-Puti ini digantikan tim pemenangannya dari PDI Pejuangan dan PKB.

Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti, Hikmah Bafaqih menyampaikan, pertemuan dihadiri perwakilan tim pemenangan. “Gus Ipul dan Mbak Puti tidak hadir,” terang Hikmah Bafaqih pada Memorandum. 

Diperoleh informasi tidak hadirnya paslon cagub nomor dua karena ada kegiatan yang tidak bisa mereka tinggalkan. “Akan ada perwakilan yang hadir. Gus Ipul ada agenda lain, Mbak Puti juga ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan,” terang Hikmah.

Penetapan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur terpilih di Pilgub Jatim 2018 ini, setelah KPU Jatim mendapat surat Mahkamah Konsitusi (MK) dan KPU RI Nomor 14/PAN.MK/7/2018. Penetapan cagub terpilih yang dihadiri 250 undangan, termyata tidak dihadiri paslon cagub nomor 2, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. 

Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Provinsi Jawa Timur, Choirul Anam mengatakan, dari seluruh daerah yang melaksanakan pilkada serentak, ada 70 gugatan masuk MK. Jawa Timur tidak termasuk dalam daftar gugatan tersebut. “Pelaksanaan Pilgub di Jawa Timur tidak ada pihak yang menggugat ke MK,” terang dia.

Ia menyebutkan, KPU RI mengeluarkan surat edaran (SE) tanggal 23 Juli 2018 perihal Penetapan Pasangan Calon Terpilih Tanpa Perselisihan. "Surat KPU itu menyatakan, Pilgub Jatim tidak ada gugatan, sehingga wajib segera menetapkan paslon maksimal sehari setelah tanggal surat itu. Jadi hari ini kami lakukan penetapan," kata Anam.

Anam menambahkan, ada beberapa pihak yang telah diundang oleh KPU Jatim. Yakni Bawaslu Jatim, kedua pasangan calon peserta Pilgub Jatim, parpol, dan gabungan parpol pengusung, serta partai politik lain di Jawa Timur. KPU juga mengundang semua pemangku kebijakan di kabupaten/kota di Jawa Timur, baik pemerintah, TNI, dan Polri. (day/lis)