Ribuan Warga Serbu Bandara Palu

Ratusan warga memenuhi Bandara SIS Al-Jufrie, Palu, Sulawesi Tengah.

SURABAYA - Pesawat Hercules milik TNI AU dikabarkan sempat tertahan di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, karena banyaknya warga Palu yang ingin keluar dari kota tersebut. 

Akibatnya, 2 pesawat Hercules TNI AU pembawa logistik dan relawan tertahan. Masing-masing di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri dan landasan udara TNI AU di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. "Untuk sementara penerbangan dari Palu ke Makassar dan sebaliknya dihentikan karena tertahan," ujar Idham, relawan Bulan Sabit Merah Indonesia ketika dikonfirmasi kumparan, Senin (1/10). 

Idham mengatakan, pesawat diumumkan oleh petugas di bandara Hasanuddin sekitar pukul 12.00 WITA. "Informasi dari teman yang ingin balik dari Palu ke Makassar, informasinya sudah banyak warga di bandara," kata Idham.

Beberapa waktu kemudian, sekitar pukul 13.40 WITA, petugas di bandara Makassar mengumumkan bahwa kondisi di Bandara Mutiara Palu sudah kondusif.

"Informasi terbaru sudah kondusif keadaan di Palu. Ini ada pesawat yang akan berangkat ke sana," jelas Idham melalui pesan singkatnya ke kumparan.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim Supratomo menerjunkan tim untuk mencari tiga atlet paralayang yang masih hilang pasca gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Supratomo mengaku terus memantau perkembangan atlet yang tengah mengikuti kejuaraan Indonesia Open Paradigling XC FAI Cat 2 Palu Nomoni 2018 di Salena Nomoni Hills Site Paralayang, Kota Palu, 24-30 September.

Kadispora Jatim berharap ketiga atlet tersebut masih bisa bertahan hidup, meskipun hingga saat ini belum ada komunikasi. Tiga atlet itu Reza Kambey, Ardi kurniawan dan Fahmi Ruddo. “Sampai sekarang posisi mereka belum diketahui. Tapi perkiraannya berada di Hotel Roa-Roa. Sebab informasinya mereka juga menginap di sana,” kata Supratomo di Gedung Negara Grahadi, Senin (1/10). 

Sebaliknya ada beberapa atlet dan pelatih yang  berhasil ditemukan. Yakni Rama, Sugeng Santoso, Rizky D, Gigih Iman dan Viki Mahardika.“Mereka sudah dievakuasi dan ditempatkan di lokasi yang aman. Untuk Sugeng, dia adalah pelatih yang tahun lalu mendapat penghargaan di peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan sekarang sudah dievakuasi di Malang,” pungkasnya. (*/yok/day/nov)