Kecelakaan Maut Mobil Kapolres Tulungagung: Kapolda Jatim Menolak Berkomentar

AKBP Tofi k Sukendar masih dirawat intensif di RS Bhayangkara Polda Jatim.

SURABAYA - Keluarga besar Polda Jatim berduka atas kecelakaan mobil Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar. Sebab, dalam insiden tersebut istri kapolres, Anggi Tofik, dan ajudannya, Bripda Lutfi, meninggal dunia di kejadian pada Kamis (27/9) malam.

Kabar terbaru kondisi  Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar berangsur-angsur membaik setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Jumat (28/9).

Isak tangis mengiringi kedatangan jenazah istri Kapolres Tulungagung, Anggi Tofik Sukendar dan ajudannya, Bripda Lutfi yang akan disalati di Masjid Arif Nurul Huda Mapolda Jatim. Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan, dan Wakapolda Jatim Brigjenpol M Iqbal, beserta ratusan anggota polisi ikut mensalatkan kedua jenazah tersebut.

Setelah dilaksanakan salat, jenazah Anggi Tofik dibawa untuk dimakamkan di Subang, Jawa Barat. Sedangkan jenazah Bripda Lutfi dimakamkan di Tulungagung. Sebagai orang nomer satu di Polda Jatim, Luki Hermawan tidak bisa membendung kesedihannya atas musibah tersebut.

Bahkan ketika awak media hendak mewancarainya, Luki yang sempat mengatakan jika pihaknya sangat berduka mendadak terdiam sejenak dengan mata berkaca-kaca. Selanjutnya menyerahkan pernyataan resmi dari Polda Jatim kepada Wakapolda M Iqbal. “Dengan Wakapolda saja untuk keterangan persnya,” kata Luki sembari memanggil ibu-ibu Bhayangkari untuk berdiri di belakang Iqbal.     

Di depan masjid, Iqbal menyatakan Polri hari ini sedang berduka atas meninggalnya istri Kapolres Tulungagung, dan ajudannya karena kecelakan lalu lintas. ”Kita doakan bersama agar almarhumah dan almarhum diterima di sisi Allah," ucap M Iqbal. 

lebih lanjut Iqbal menjelaskan, bila jenazah Anggi Tofik akan dimakamkan di Subang melalu jalur udara hingga Bandung dan dilanjutkan dengan jalur darat sekitar dua jam. Sedangkan untuk jenazah ajudan kapolres akan diberangkatkan melalui jalur darat. "Ibu kapolda dan Bhayangkari serta sebagian kapolres jajaran Polda Jatim akan ikut mengantar jenazah hingga ke Subang," lanjut Iqbal.

Untuk kondisi terakhir Tofik setelah mendapat perawatan medis, masih menurut Iqbal kondisinya semakin membaik setelah menjalani operasi. Tofik mengalami luka di kepala. "Untuk tulang tidak ada yang patah," imbuh Iqbal.

Iqbal juga mengatakan jika kecelakaan diduga karena ada unsur kelalain. Namun perwira tinggi bintang satu ini belum bisa menjelaskan lebih detail karena masih dalam suasana berduka. “Kecelakaan di ruas tol Surabaya Mojokerto (Sumo) karena diduga ada kelalaian di sana,” ungkap Iqbal.

Sedangkan untuk penyebab pastinya kecelakaan belum ada keterangan resmi dari Polda Jatim. Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Barung Mangera hanya menjelaskan bila pihaknya kini masih berkonsentrasi untuk keselamatan korban kecelakaan. 

“Kasus ini masih dalam penyelidikan dan kita masih fokus dalam penanganan korban dulu. Hal ini memang sudah prosedur dalam penanganan kecelakaan. Barang bukti sekarang kita amankan di Polres Mojokerto,” terang Barung.

Disinggung tentang kesehatan sopir Kapolres Tulungagung, Bripda Tommy, dijelaskan Barung bila yang bersangkutan mengalami luka ringan, namun masih butuh perawatan medis. “Kami akan berikan perkembangan terkait kejadian itu setelah menangani para korban terlebih dahulu,” pungkas Barung.

Sopir Langgar Batas Kecepatan
Terjawab sudah apa penyebab kecelakaan maut mobil Kapolres Tulungagung yang menyebabkan istri kapolres dan ajudannya, tewas seketika. Hal ini dibeberkan Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Edwin Nathanael usai mengolah di lokasui kejadian bersama anggotanya. 

Selain mengantuk, fatalitas kecelakaan juga dipicu tingginya kecepatan mobil nahas tersebut. Diduga saat kejadian, sopir kapolres mengemudi dengan kecepatan di atas 100 km/jam. Edwin Nathanael mengatakan, kecepatan mobil Kapolres Tulungagung didapatkan dari keterangan saksi mata di lokasi kecelakaan, yaitu sopir truk boks Adi Yuwono dan kernetnya, Muhammad Riski.

Menurut Edwin, sebelum mobil Toyota Land Cruiser nopol AG 908 RS itu hilang kendali, sopir Kapolres Tulungagung Bripda Tomi sempat mendahului truk boks bernopol B 9645 VCC tersebut. Sopir ini mendahului truk boks dari lajur kanan.

"Awal yang disampaikan saksi 100 (kecepatan 100 km/jam). Kalau mendahului mungkin sampai 120 (km/jam). Namun angkanya masih kami cek lagi," kata Edwin, Jumat (28/9).

Setelah mendahului truk boks tersebut, lanjut Edwin, mobil yang ditumpangi Kapolres Tulungagung bersama istrinya itu hilang kendali akibat sopir mengantuk. Namun, pihaknya belum bisa memastikan obyek yang ditabrak mobil tersebut hingga ringsek di bagian depannya. "Ada kemungkinan drivernya yang melebihi batas kecepatan. Di lokasi batas kecepatan maksimal 80 km/jam," ungkap Edwin. (*tyo/war/nov)