Tabrak Truk Parkir, Wanita Muda Tewas

Jenazah Sulistiana dievakuasi petugas di Jalan Tanjungsari. Korban diduga tewas karena dijambret.

SURABAYA - Nahas dialami Sulistiana (27), warga asal Dusun Gesing, Kalipadang, Benjeng, Gresik. Wanita muda tersebut tewas setelah motor Beat W 3397 MZ yang dikendarainya menabrak truk yang terparkir di Jalan Tanjungsari. Lokasi tidak jauh dari kantor Samsat Tandes, Senin (20/8) sekitar pukul 04.20.

Mujianto seorang warga sekitar yang menjadi saksi kecelakaan tunggal tesebut mengatakan, saat itu sopir truk bersama istrinya sedang menikmati kopi di warung miliknya. Sedangkan truk diparkir di samping warung. Tiba-tiba, ia mendengar bunyi tabrakan keras di belakang truk tersebut.

Bersama beberapa orang, Mujianto lalu memastikan asal bunyi tersebut. Ia kaget melihat seorang wanita terkapar di kolong truk bersama motornya. Melihat, itu Mujianto berusaha menolong korban dan memeriksa denyut nadinya. “Sepertinya korban tewas di tempat. Karena suami saya sempat memeriksa denyut nadinya tapi tidak berdenyut,” ujar istri Mujianto.

Atas kejadian tersebut, korban segera dibawa petugas ke RSUD dr Soetomo. Sopir truk dan kendaraannya diamankan ke unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya untuk penyelidikan lebih lanjut. Namun kecelakaan yang menimpa Sulistiana masih tanda tanya. Sebab ada dugaan Sulistiana menjadi korban penjambretan.

Kapolsek Tandes Kompol Sofwan membenarkan adanya penjambretan yang menimpa Sulistiana. Sofwan mengatakan kasus tersebut kini dilimpahkan ke Mapolsek Sukomanunggal karena berada di wilayah hukum polsek setempat. 

“Benar kejadian yang menimpa korban akibat dijambret. Awalnya yang menangani patroli kami. Karena pada saat kejadian anggota patroli yang paling dekat dengan lokasi kejadiannya,” jelas Sofwan.

Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Iptu Misdianto mengatakan belum menerima laporan terkait kecelakaan tunggal tersebut. “Saya belum terima laporannya,” ungkap Misdianto.

Kejadian yang menimpa Sulistiana meninggalkan luka bagi keluarganya. Hal itu terlihat dari suasana rumah kediaman di Dusun Gesing, Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng. Semua keluarga berkabung. Tidak terkecuali orang tua dan suami korban, Prastyo (29). 

Perempuan yang setiap hari bekerja di Surabaya itu telah meninggalkan dua anak yang masih kecil-kecil. Dua putrinya itu kini diasuh sang ayah yang juga tinggal satu rumah dengan orang tua Sulistiana. Namun sayangnya saat Memorandum meminta komentar tentang kejadian yang menimpa istrinya, Prastyo keberatan. "Kami masih suasana berkabung, mohon pengertiannya," katanya. 

Menurut informasi yang dihimpun, korban sebelumnya lebih banyak didapati di rumah. Menjadi ibu rumah tangga seperti perempuan pada umumnya. Namun sejak usia anak kedua yang sudah bisa ditinggal, akhirnya dia memilih bekerja di luar rumah. Sedangkan menurut para tetangga, korban dikenal sangat baik.

 Hal itu juga disampaikan Kepala Kasun Gesing Beny ketika ditemui di rumahnya. Menurutnya, selama ini korban memang jarang didapati keluar rumah. Hal itu dikarenakan anak-anaknya yang masih kecil. "Kasihan anak-anaknya masih kecil yang pertama usia 7 tahun yang kedua 2 tahun," kata Beny. 

Terkait penyebab kecelakaan Sulistiana dikarenakan penjambretan, Beny tidak tahu pasti.  Sebab informasi yang didapatkan, korban mengantuk saat berkendara lalu kecelakaan. Korban sendiri datang dari RS dibawa ke rumah duka pukul 12.00. Saat itu sudah banyak tetangga yang berkumpul. Kemudian korban dimakamkan pukul 13.00. "Tidak tahu kalau informasinya begitu, katanya hanya kecelakaan" jelas Beny. (haj/aam/har/nov)