Pesta Miras, Tiga Pemuda Tewas

Beberapa peminum miras yang selamat dirawat di RSUD dr Soetomo.

GRESIK - Akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan, tiga pemuda asal Dusun/Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, tewas. Mereka Andik (20), tinggal di RT 15 RW 7 dan Riko (21), RT 16 RW 8. Sedangkan Pendik (19), warga RT 13 RW 06, Desa Karangpoh. 

Informasi yang dihimpun, pesta miras tersebut terjadi pada Jumat (17/8) sekitar pukul 02.00. Saat itu ada 33 orang yang diketahui menggelar dan menenggak miras di dekat waduk dan di sekitar lapangan bola Dusun Hulaan.

Pesta miras oplosan tersebut berlangsung hingga menjelang pagi. Usai menikmati miras, puluhan pemuda tersebut lalu pulang ke rumahnya masing - masing. Minggu (19/8) dini hari tersiar kabar tiga pemuda yang ikut pesta miras ternyata tumbang satu persatu dan meregang nyawanya.

Andik diketahui tewas sekitar subuh di Rumah Sakit (RS) kawasan Benowo, Surabaya. Kemudian, Pendik ikut menyusul menghembuskan napas terakhirnya di RSUD dr Soetomo, Surabaya. Selanjutnya, nyawa Riko juga tidak dapat diselamatkan saat dirawat di RS Desa Laban.

Mengetahui banyak korban berjatuhan akibat menenggak miras, membuat perangkat desa dan pihak kepolisian setempat menyarankan semua peserta atau pemuda yang ikut pesta miras untuk melakukan cek up ke RSUD dr Soetomo, Surabaya.

BACA JUGA: Tragedi Pesta Miras: Menduga Anaknya Masih Bekerja

Terpisah, Kepala Dusun/Desa Hulaan, Menganti, Imron Huda (47), menyampaikan, dirinya kaget mengetahui dua warganya meninggal akibat menenggak miras oplosan. "Dari kejadian tersebut dan atas kesadaran bersama dengan pihak keluarga, semua pemuda yang ikut menenggak miras dibawa ke RS dr Soetomo untuk cek up," kata Imron. 

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menyampaikan, pesta miras oplosan yang merenggut tiga korban jiwa itu dilakukan di empat lokasi. Namun yang ikut minum sejak awal ternyata hanya tujuh orang. "Setelah pesta miras mereka kemudian pulang ke rumah," terang Wahyu Sri Bintoro.

Mantan Kapolres Bojonegoro tersebut menambahkan, ketiga korban yang meninggal itu diketahui berselang dua hari setelah menenggak miras. Untuk menghindari korban susulan, warga bersama aparat kepolisian berinisiatif membawa puluhan pemuda yang ikut pesta miras dilakukan cek up. 

"Karena tidak ingin terjadi sesuatu dan korban jiwa bertambah, pemuda yang ikut menenggak miras langsung dibawa ke rumah sakit. Kini, mereka masih menjalani perawatan medis," imbuhnya.

Perwira menengah tersebut menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan mencari penjual miras tersebut. Polisi juga masih mengumpulkan sejumlah keterangan dari semua saksi dan mengamankan barang buktinya.  "Kami masih selidiki dan telah menyita barang bukti terkait tewasnya tiga pemuda tersebut," pungkas Wahyu Sri Bintroro. (an/har/nov)