Pemilik Mokong, Kafe Marina Disegel

Petugas menyegel Kafe Marina Jalan Perak Timur.

SURABAYA - Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Satpol PP Surabaya, akhirnya menutup Kafe Marina di Jalan Perak Timur, Sabtu (11/8) malam.

Kabag Ops Polres Pekabuhan Tanjung Perak Kompol Soegeng Prajitno mengatakan, penutupan dilakukan dengan memberi tanda stiker silang karena Kafe Marina tanpa dilengkapi izin usaha.

Penutupan dan penyegelan dilakukan oleh pihak Pemkot  Surabaya, disaksikan pemilik Kafe Marina dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surabaya dan Dinas Pariwisata Surabaya.

"Kafe dinilai mokong karena terbukti tidak melengkapi surat izin usaha, tetapi masih saja beroperasi," kata Soegeng Prajitno, Minggu (12/8).

Soegeng menegaskan, bagi Kafe yang berada di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak wajib memiliki izin dari Pemkot Surabaya.  “Tidak dilengkapi izin akan kami tindak tegas tanpa ampun", tegas dia.

Soegeng menambahkan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam penutupan dan penyegelan terhadap Kafe Marina ini, sifatnya hanya mendampingi Satpol PP Surabaya. Karena yang berberwenang adalah Satpol PP.

Sebelumnya, polisi menggelar razia di Kafe Marina pada Sabtu (28/7), dan menyita ratusan minuman keras dari berbagai merek. Ketika ditanya izin kafe dan izin peredaran miras dari dinas berwenang, ternyata tidak bisa menunjukkan menunjukan Izin Amdal Lalin dan IMB.

Polisi kemudian memperingatkan pemilik kafe agar segera melengkapi izin. Tetapi, teguran polisi tidak digubris oleh pemilik kafe. Apalagi, berdasarkan laporan warga Kafe Marina masih beroperasi. Pada Jumat (10/8) malam, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berkoordinasi dengan Pihak Pemkot Surabaya untuk melakukan penindakan dengan menutup Kafe Marina. (rio/fer)

 

Berita Terkait !