Rebutan Purel, Driver Ojol Mati Dikeroyok

Jenazah Zainul Arifin dievakuasi dari TKP.

PONOROGO - Warga Jalan Jawa, Kelurahan Mangkujayan, Ponorogo, geger. Seorang pria ditemukan tewas di kosnya. Korban bernama Zainul Arifin. Pria tersebut tak bernyawa akibat dikeroyok.

Pria 28 tahun asal Desa Tahunan, Kecamatan Tegalombo, Pacitan, dikenal sebagai driver ojek online yang baru bekerja di Ponorogo selama dua bulan. Menurut saksi, Agus Yuniarto, ia dimintai tolong oleh pemilik kos untuk melihat kondisi korban yang berada di kamarnya.

Semula korban diketahui posisinya sedang tertidur. "Saat saya dekati ternyata dari hidung korban keluar semut. Itu menandakan kondisinya meninggal. Akhirnya saya lapor ke pemilik kos dan ketua RT," tutur Agus, Kamis (7/6).

Agus menambahkan berdasarkan keterangan dari penghuni kos yang lain, diketahui ada sekitar delapan orang yang mengeroyok korban di depan kos. Usai mengalami pengeroyokan, korban sempat dibawa ke RS Aisyiyah untuk mendapatkan perawatan.

Penghuni kos lain, Nisa Bawasir menambahkan saat dirinya sampai di kos, dia mendengar suara perempuan menangis. Lalu korban diseret keluar oleh dua pemuda. Karena takut, Nisa pun tidak berani keluar kamar. "Saya nyium bau alkohol, jadi saya gak berani keluar," imbuh Nisa.

Polisi segera bergerak begitu mendengar ada laporan orang tewas dengan tidak wajar. Polisi segera mendatangi lokasi demi mendapatkan informasi yang lengkap. Kanit 1 Sat-Reskrim Polres Ponorogo Ipda Tidar Sulaksono mengatakan secara fisik korban diketahui mengalami luka paling parah di kepala. "Keterangan dari saksi sementara mengarah ke pengroyokan, tapi kami masih kembangkan," kata dia.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Darmawan mengatakan ada 7 saksi yang diperiksa. “Dugaan karena tersinggung membuat korban dikeroyok dan tewas," katanya, Jumat (8/6).

Rudi menambahkan korban dan para saksi yang diduga melakukan pengeroyokan diketahui sebelumnya memang mabuk bersama. Namun korban memilih pulang ke kosannya di Jalan Jawa, Kelurahan Mangkujayan, Ponorogo. Satu orang diamankan dalam kasus tewasnya Agus.

Pelaku adalah BG (25), warga Dalopo, Madiun. Pelaku sudah ditahan.
"Pelaku sudah kami titipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Ponorogo," imbuh Rudi Darmawan.

Rudi menjelaskan penahanan ini berdasarkan bukti dan keterangan yang sudah dikumpulkan pada saat pemeriksaan 7 saksi. "Meski BG tidak mengakui perbuatannya tapi dua alat bukti dan keterangan saksi dan petunjuk membuatnya ditetapkan jadi tersangka dan langsung diamankan," jelas dia.

Saat dilakukan penangkapan, lanjut Rudi, BG berada di rumahnya di Desa/Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. "Tersangka tidak melakukan perlawanan saat diciduk," imbuh dia yang menambahkan polisi masih mencari 7 tersangka lain yang masuk DPO (daftar pencarian orang). (*/nov)