Pengemudi Alphard Belum Tersangka, Kasus Tabrak Lari

Kondisi Alphard yang hancur di Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya.

SURABAYA - Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya masih belum menetapkan tersangka terkait kasus tabrak lari Toyota Alphard yang menabrak Avanza berikut tiga motor. 

Hingga, Sabtu (2/6), kemarin, polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa CCTV (closed circuit television) di sepanjang jalan yang dilalui Alphard saat peristiwa yang menggegerkan warga Surabaya tersebut. 

Di antaranya di Jalan HR Muhammad, Jalan Mayjen Sungkono. Hasil perkembangan penyelidikan ini dikatakan Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya AKP IGK Antara. "Kami masih mengecek CCTV di beberapa lokasi yang dilalui Alphard saat terjadi kejar-kejaran dengan pengendara lain," beber Antara kepada Memorandum.

Pengecekan itu dilakukan lantaran pasutri (pasangan suami istri) penumpang Alphard, Hartono Handoko dan Cenny Anatasia Suthejo, belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan medis di RS Mitra Keluarga Sukomanunggal. "Pengemudi dan istrinya belum kami periksa dan masih dirawat di rumah sakit," jelas perwira dengan pangkat tiga balok di pundaknya ini.

Dari hasil pemeriksaan CCTV, Antara mengaku tidak melihat Alphard menabrak motor. Yang ada hanya Alphard dikejar-kejar pengendara motor. Termasuk Avanza yang mencoba menghentikan Alphard yang ditumpangi pasutri asal Gubeng Kertajaya V tersebut. "Begitu juga ketika  Alphard menabrak pengendara Honda Revo di depan Giant Jalan A Yani. Yang saya lihat malah diserempet saja," tandasnya. 

Meski begitu, Antara berjanji akan menuntaskan kasus tabrak lari ini. Anggota di lapangan masih mencari bukti-bukti lain. Diimbau bagi pengendara yang merasa menjadi korban tabrak lari Alphard segera melapor ke Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, Jalan Dukuh Kupang Barat. "Yang melapor ke mako baru dua pemilik motor dan Avanza," ujarnya. 

Sebelumnya, Alphard yang dikemudikan pasutri Hartono Handoko dan Cenny Anatasia Suthejo diamuk massa di depan mako Brigif 1 Marinir Gedangan, Sidoarjo, Kamis (31/5), malam. Akibatnya, mobil berwarna hitam yang dikemudikan dirusak dan kacanya dipecah. Pasutri itu juga babak-belur dimassa. (rio/nov)