Densus 88 Tangkap Ketua RT Wisma Tropodo

Warga melihat petugas berjaga di depan rumah Imam.

SIDOARJO - Tim Densus 88 terus melakukan pengembangan dalam pemberantasan teroris di Sidoarjo. Kali ini, Imam Bahri (56), warga Jalan Raya Wisma Tropodo, Desa Tropodo, Kecamatan Waru, ditangkap Tim Densus 88 di sekitar Masjid Darussalam perumahanan setempat.

Saat berangkat ke masjid, dari rumah Imam mengendarai motor Yamaha MX warna biru. Begitu ke arah Jalan Melati, Imam langsung diikuti beberapa petugas yang juga naik motor dan lansung ditangkap.

"Dia (Imam) dibekuk dan langsung dibaringkan ke paving, lalu diborgol dan dimasukkan mobil," kata Anam salah satu saksi mata di lapangan.

Ketika ditangkap, Imam  sempat memberontak tapi kemudian tak berkutik. Banyak juga warga yang melihat kejadian kaget dikira perkelaian.

Dia menambahkan, saat adanya penangkapan Imam yang juga menjabat ketua RT ini, seluruh area ditutup sekitar 15 menit. Semua pengendara yang melintas, dihentikan petugas tidak boleh melintas.

"Tetangga kanan kiri, depan rumah semuanya dijaga anggota tim Densus  dan tidak boleh keluar rumah," tandasnya.

Imam selama ini juga aktif di Masjid Darussalam dalam salat jemaah lima waktu. "Orangnya pendiam, rajin salat berjamaah. Dia (Imam) memang Ketua RT saya," ujar warga lain, Zuhri. 

Imam yang kelahiran Pasuruan itu, juga diketahui kerja swasta di Gresik. Selama ini Imam juga sering berinteraksi dengan masyarakat. "Orang baik selama ini dengan siapapun," imbuhnya.

Rencana penangkapan terhadap Imam, oleh Tim Densus 88 sepertinya sudah dilakukan pengintaian terlebih dahulu. Beberapa hari sebelum kejadian, para jemaah Masjid Darussalam mengaku sering melihat orang tak dikenal di sekitar rumah Imam, sesudah Salat Magrib atau usai berbuka puasa.

"Saya itu beberapa hari menemui orang tidak saya kenal, cangkruk. Yang saya lihat, nopol motor yang dipakainya AG semua," kata Toni warga setempat.

Meski demikian, warga tak mempermasalahkan karena tidak ada hal yang mencurigakan. Orang-orang terlihat dan juga menunjukkan sikap sopannya. "Orangnya sopan-sopan, hanya  saja saya tidak kenal siapa orang-orang itu," tambahnya.

Densus 88 yang melakukan penangkapan terhadap Imam, juga menyita sejumlah barang milik IB. Barang yang disita tersebut, ponsel, dan laptop milik IB. Ponsel diamankan ketika yang bersangkutan diamankan. Sedangkan laptop disita dari rumahnya.

"Yang disita Tim Densus 88, ponsel IB yang dibawa saat diamankan. Untuk laptop yang berisi dokumen penting dan lainnya, disita dari rumah IB," kata sumber di kepolisian. (som/jok/tyo)