Tiga Teroris Disergap di Malang

Rumah terduga teroris di Karangploso (kiri) dan rumah terduga teroris di Banjararum.

MALANG - Anggota Densus 88 mengamankan tiga teroris di wilayah Kecamatan Singosari dan Karangploso Selasa (15/5). Penangkapan para teroris ini dibenarkan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, yang dihubungi via ponselnya.

Frans Barung tidak menampik jika polisi telah mengamankan terduga teroris di Kabupaten Malang. “Benar kita mengamankan tiga teroris dini hari dan pagi tadi di wilayah Kabupaten Malang,” katanya.

Barung enggan menjelaskan kelompok jaringan mereka. “Hal tersebut masih dalam penangganan Densus 88. Mohon maaf hanya itu yang bisa saya sampaikan,” jelasnya.

Data yang berhasil didapatkan Memorandum, diketahui ketiga teroris tersebut, pasangan suami istri (pasutri) Syamsul Arif alias Abu Umar (37), dan istrinya, Wahyu Mega Wijayanti (40), keduanya warga Perumahan Banjar Arum Asri Blok BB No 9, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari.

erakhir, Kristanto (41), warga Jalan Sumbersari Gang IV Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang mengontrak rumah di Dusun Tururejo, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso.

Samsul Arif alias Abu Umar dan Wahyu Mega Wijayanti ditangkap Densus 88 di rumah kontrakannya, sekitar pukul 02.00. Selanjutnya, pasutri tersebut langsung diamankan oleh anggota Densus. Sedangkan, Kristanto ditangkap di Jalan Raya Tenaga, Dusun Turirejo, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, sekitar pukul 09.00.

Dalam kesehariannya sosok ketiga teroris itu sangat tertutup dan jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar sehingga kurang dekat dengan tetangganya. Kades Kepuharjo, Khamim mengatakan Kristianto yang baru mengontrak 10 bulan di wilayahnya dikenal sebagai orang yang tertutup.

“Bahkan disapa tetangga pun tidak mau menjawab. Hal itu sempat menimbulkan keresahan warga setempat namun berhasil diredam,” jelas Khamim.

Khamim pun tidak bisa menerangkan pekerjaaan Kristianto yang diketahui berasal dari Solo, Jawa Tengah. “Kalau pagi sampai siang tidak di rumah, jika sore atau malam hari kerap nongkrong di warnet. Entah apa yang dilakukan saya juga tidak mengerti,” bebernya ditemui di kantornya.

Beberapa saat Kristianto ditangkap dan dibawa Densus 88, keberadaan isteri dan dua orang anaknya tidak diketahui. “Rumahnya sekarang kosong. Isteri dan anaknya mungkin boyongan ke saudaranya,” tandas Khamim. 

Untuk mengetahui isi rumah Kristianto, polisi juga melakukan penggeledahan. Dipimpin langsung Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah, sekitar 10 petugas tak berseragam mengikuti langkah Decky mendatangi rumah kontrakan Kriswanto. Hingga kini penggeledahan masih berjalan. Petugas juga mempersiapkan garis polisi. Hujan deras mengguyur lokasi penggeledahan. Polisi bersenjata lengkap mengamankan lokasi penggeledahan yang menyita perhatian warga sekitar. (cw-5/nov)