Dijenguk Istri Kapolda, Anak Pelaku Bom Bunuh Diri Tegar

Istri Kapolda Jatim Ny Lita Machfud Arifi n usai menjenguk anak bomber Mapolrestabes Surabaya.

SURABAYA - Meski mengetahui orang tuanya tewas melakukan aksi bom bunuh diri, anak pelaku bom terlihat tegar. Ini terungkap saat Ny Lita Machfud Arifin, istri Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, menjenguk AA (8), Selasa (15/5).

Bocah perempuan itu satu-satunya yang hidup sewaktu terjadi peledakan bom di Mapolrestabes Surabaya. AA ketika dikunjungi istri Kapolda Jatim sedang dirawat di ruang ICU RS Bhayangkara.

Saat dikonfirmasi sekeluar dari ruang ICU, Lita mengaku prihatin melihat kondisi AA yang tergolek di ICU dan tak didampingi seorangpun kerabatnya. AA yang didampingi perawat memang terlihat secara fisik tangannya ada bekas operasi.

“Bisa diajak komunikasi secara fisik baik-baik saja cuma tangannya ada bekas operasi. Untuk yang lainnya terlihat stabil,” ungkap Lita Machfud Arifin.

Dalam kesempatan itu Lita juga menyampaikan pesan dari ibu kapolri untuk ikut mendoakan agar AA diberi kesembuhan. Di satu sisi, Lita juga merasa prihatin karena dirinya merasakan kalau anak tersebut mulai tercuci otak dan pikirannya. Lita bahkan benar-benar merasakan bila pemikiran AA yang sangat keras. 

“Kita juga khawatir anak-anak ini sempat diwawancara dan sepertinya dia tercuci pemikiran dan otaknya,” imbuh Lita.

Tak hanya itu Lita mengaku ngeri saat mendengar perkataan AA diajak berkomunikasi. Pemikirannya sangat keras diduga paham radikal dari orang tuanya. "Ngerinya dalam wawancara, pemikiran AA sudah radikal dan keras," katanya.

Lita mengkhawatirkan jika tak ada anggota keluarga AA yang mau mendampingi atau merawatnya hingga dewasa. "Dalam hati kita miris karena tidak ada keluarga lain yang berani mendampingi. Kalau tahu pasti tidak mau karena latar belakang orang tua AA," tambahnya. 

Menurut Lita, butuh perjuangan yang cukup berat untuk mengembalikan pemikiran anak-anak ini menjadi normal dan tidak memiliki paham radikal. "Ada rasa kasihan. Tapi tentu butuh perjuangan yang sangat berat untuk mengembalikan mereka menjadi anak normal yang tidak memiliki pemikiran radikal," kata Lita.

Seperti diketahui, AA merupakan korban selamat dalam bom bunuh diri yang dilakukan orangtua dan kakaknya di halaman Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5), pagi. Saat itu AA terlempar dan jatuh di atas jasad ibunya. Iapun bangun saat diteriaki petugas. Tubuhnya terhuyung-huyung lalu dibopong Kasat Narkoba Polrestabes AKBP Roni Faisal Saiful Faton. (yok/nov)

 

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU