Ratusan Pria Rambut Cepak Sweeping Bonek, Wakapolsek Wonokromo Jadi Korban

Suasana di sekitar Taman Bungkul sesaat setelah keributan.

SURABAYA - Ratusan pria rambut cepak tiba-tiba meluruk Taman Bungkul, Senin (30/4), sekitar pukul 23.00. Kedatangan mereka mencari (sweeping, red) bonek yang diyakini telah melecehkan seorang temannya.

Bahkan, kejadian yang dianggap memalukan itu viral di media sosial (medsos) sehari sebelumnya. Ternyata, kedatangan para pria cepak itu tak hanya memukuli pengunjung Taman Bungkul yang kebetulan berpakaian atribut Persebaya.

Seorang driver Gojek dan istrinya pun juga jadi sasaran. Parahnya lagi, Wakapolsek Wonokromo AKP Arif Suharto yang sedang berjaga di lokasi tak luput dari sasaran dan malah terkena bogem mentah. Padahal, saat bertugas malam itu, Arif memakai seragam dinas lengkap.

Terlebih, ia juga melakukan siaga menjelang Hari Buruh. Selain itu, tercatat dua anggota Sabhara Polrestabes Surabaya juga jadi sasaran amuk, serta seorang anggota Sat Pol PP pemkot ikut bernasib sama.

Hingga, Selasa (1/5), peristiwa itu masih ditangani aparat Polrestabes Surabaya dan Polisi Militer. Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan ketika dikonfirmasi wartawan koran ini enggan berkomentar banyak. “Tanyakan ke Danrem,” jelasnya.

Pun saat saat dikonfirmasi ke Danrem Bhaskara Jaya Kolonel Kav M Zulkifli, pihaknya meminta agar mengkonfirmasi ke Kapendam Kolonel Inf Singgih Pambudi Arianto. Zulkifli menadaskan jika yang terlibat dalam peristiwa itu bukan dari matranya. “Sampai saat ini belum ada laporan terkait prajurit TNI-AD yang terlibat dalam peristiwa di Taman Bungkul,” katanya.

Pihaknya juga menambahkan bila hingga kemarin seluruh personelnya masih konsentrasi pengamanan peringatan Hari Buruh. “Anggota kami masih fokus pengamanan Hari Buruh,” tegasnya.

Informasinya, malam itu saat Taman Bungkul, sedang ramai pengunjung. Mendadak terlihat pria berambut cepak datang ke lokasi dan menyeruak membaur bersama pengunjung. Mereka mencari pengunjung yang memakai atribut bonek, entah karena tersinggung bahkan sopir gojek dan istrinya jadi sasaran.  

Tercatat beberapa korban warga sipil di antaranya Bagus Sulistiyono Wijanarko warga Jalan Bulaksari, Kecamatan Wonokusumo dan Donny Meifan Riyanto warga Jalan Sidotopo, Agus Suryadi (driver gojek) dan istrinya Fitri, warga Jalan Pandegiling.

Informasi dihimpun Memorandum, peristiwa ini dipicu munculnya viral di medsos. Diduga oknum tokoh bonek biasa dipanggil Dadang dan mengklaim telah mengamankan seorang anggota tentara dari keroyokan suporter Bonek saat mengenakan kaus Arema di Taman Bungkul, sehari sebelumnya.

Belakangan diketahui kabar itu hoax karena pemuda yang disebut anggota tentara itu adalah Mohammad Saeful Fadly (18), asal Dusun Tapen, Sidoharjo, Tuban. Pemuda ini ternyata akan mendaftar tamtama dan bukan anggota tentara aktif.

Kala itu, Mohammad Saeful Fadly mengaku sebagai anggota tentara karena takut dikeroyok bonek saat diamankan petugas Sat Pol PP Surabaya. Petugas sendiri mengamankan pemuda ini karena khawatir akan terjadi hal-hal tak diinginkan dari suporter bonek. 

Sampai saat ini belum diketahui maksud pemuda ini mengenakan kaos Arema di Taman Bungkul yang menjadi salah satu markas Bonek itu. Puncaknya, Senin (30/4), malam, Kanit Intel Polsek Wonokromo Ipda Mahfud yang sedang patroli rutin didatangi 2 anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) yang mengaku bernama Firman dan Rambu.

 Kedua anggota Pomal itu menanyakan tentang tokoh supporter bonek bernama Dadang yang telah menyebut nama institusi tentara dalam rekaman video. Anggota Pomal itu juga meminta bantuan Ipda Mahfud agar segera membubarkan orang-orang di Taman Bungkul yang mengenakan seragam bonek untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan buntut dari beredarnya viral di medsos tersebut.

Hingga tak lama berselang setelah informasi itu, datang sejumlah pria berambut cepak dan langsung menghadang rombongan remaja berkaus atribut Persebaya. Di sana Wakapolsek Wonokromo dan anggota Sabhara Polrestabes juga kena sasaran. Padahal, waktu itu AKP Arif Suharto hendak melerai keributan yang berlangsung. Tak lama setelah keributan bubar, Kapolrestabes Surabaya dan Danrem Bhaskara Jaya mendatangi lokasi. (yok/nov)