Kapolrestabes Ajak Perangi Miras Oplosan

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan dan Danrem Bhaskara Jaya Kolonel Kav M Zulkiflfl i memusnahkan miras.

SURABAYA - Genderang perang terhadap minuman keras (miras), dilakukan anggota Polrestabes Surabaya. Hal itu dilakukan setelah miras oplosan merenggut puluhan korban. Kali ini, Polrestabes Surabaya ikut merangkul tiga pilar dan tokoh masyarakat.

Bahkan bila tempat yang menjual miras oplosan, atau pun ada oknum yang membekingi, Kombespol Rudi Setiawan, Kapolrestanes Surabaya, tidak segan-segan melibasnya.

"Kami menyadari kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam mengawasi peredaran miras oplosan. Untuk itu kami merangkul TNI, dan Pemerintah Kota Surabaya serta tokoh masyarakat untuk sama-sama memeranginya," ujarnya, Rabu (25/4).

Perwira dengan pangkat tiga melati di pundak ini berharap peran serta masyarakat untuk bersama-sama menjadikan Kota Surabaya bebas dari miras oplosan. Salah satunya dengan melaporkan bia di wilayahnya ada penjual miras, bahkan masyarakat diimbau tidak takut bila penjual miras tersebut ada oknum yang melindungi.  

“Silahkan melapor pada kami bila ada kafe atau warung yang menjual miras oplosan, pasti akan segera kami tindaklanjuti. Bila anggota saya tidak menanggapi, laporkan langsung pada saya. Bahkan bila ada anggota kami yang bermian-main baik itu menjual atau sebagai beking barang haram ini juga laporkan, jika terbukti jelas akan ada sanksinya," tegas Rudi.

Ketika disingung terkait banyak nyawa melayang hingga mencapai 15 jiwa, Rudi baru memastikan tiga korban yang tewas akibat mengonsumsi miras oplosan. Sedangkan untuk belasan lainnya, belum ada kepastian data yang diterimanya. 

“Karena ada beberapa korban yang sebelumnya diinformasikan memang sakit. Mungkin memang hadir dalam pesta miras, lalu kemudian meninggal,” imbuhnya.

Sedangkan selama 10 hari Operasi Tumpas Semeru 2918, dipaparkan Rudi bila pihaknya minta 21 ribu botol miras oplosan, dengan jumlah pelaku penjual dan peminumnya 419 orang. Dia menjelaskan, puluhan ribu botol minuman keras tersebut diperoleh dari peracik industri rumahan.

Dipaparkan bahan bakunya adalah alkohol dengan 95 persen yang dibeli pelaku dari toko kimia. Lalu diracik dengan sedikit air mineral dalam kemasan botol plastik masing-masing berukuran 600 mililiter dan 1,5 liter. “Kami juga melakukan penindakan hukum terhadap penjual alkohol di toko-toko kimia yang begitu mudahnya menjual kepada masyarakat,” pungkasnya. 

Operasi Tumpas Semeru 2018 juga mengamankan 150 orang pelaku pengedar narkoba, dengan barang bukti 5 ons narkoba jenis sabu, dan 5 juta butir pil koplo.(tyo/nov)

 

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU