Ditinggal Istri Berobat, Suami Tewas Terpanggang

SIDOARJO - Istri pergi berobat, suami terpanggang di rumah. Tragedi memilukan itu terjadi di RT 04/RW 02 Desa Kesambi, Kecamatan Porong, Senin (23/4), sekitar pukul 06.30.

Informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Bambang Sutrisno (63), warga kampung setempat. Pria itu ditemukan tak bernyawa di kamarnya. Saat api membakar rumahnya, Bambang sedang sendirian. Istri korban, Ny Sami’ah (60), dan anaknya, Rofi Hidayat (20), berobat di Jalan Bhayangkari Porong.

Kapolsek Porong Kompol Adrial membenarkan kejadian kebakaran yang menewaskan satu orang tersebut. Dikatakan Adrial, saat terjadi kebakaran di rumah korban, tak ada yang menduga kalau ada satu penghuninya yang terbaring sakit. 

Menurut warga setempat, awal kejadian mereka melihat kepulan asap hitam membumbung dari atap rumah. Semula, dikira asap itu keluar dari cerobong. Apalagi, rumah korban bersebelahan dengan home industry krupuk. Hanya saja, kian lama asap kian menebal dan membuat warga penasaran.

Mereka kemudian berlarian mencari asal muasal kepulan asap tebal itu. Setelah didekati ternyata asap berasal dari rumah Bambang Sutrisno. Bahkan, rumah tersebut sudah dilalap api. Bergegas warga bergotong-royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. Warga juga berusaha masuk ke rumah Bambang untuk memberitahu penghuninya. Tapi, usaha warga gagal karena pintu depan dan belakang kondisinya terkunci. Warga akhirnya memaksa dengan mendobrak pintu. Setelah terbuka, warga segera masuk untuk menolong korban.

Bahkan, sejumlah warga berlarian menerobos masuk karena tahu jika Bambang kondisinya sakit dan berada di rumah sendirian. Sayangnya, saat akan ditolong, Bambang telah meregang nyawa dengan keadaan mengenaskan. Tubuh Bambang gosong terpanggang api.

“Korban meninggal karena sekujur tubuhnya terbakar. Kali pertama ditemukan, Bambang masih berada di atas tempat tidurnya,” jelas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan ada tengara kebakaran di rumah korban akibat korsleting listrik. Di musibah tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa kipas angin dan TV LCD. Jenazah korban lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara Porong untuk divisum. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kejadiannya dan memasang garis polisi di TKP.

Dari keterangan sejumlah saksi, awalnya hanya mengira kalau kepulan asap dari home industry krupuk yang letaknya di dekat rumah korban. Dua bangunan itu pun cuma berbatas dinding. “Korban tidak mampu menyelamatkan diri karena sakit,” terang warga.

Kepala Desa (Kades) Kesambi Misbakhul Anwar mengatakan musibah kebakaran tidak sampai merembet ke rumah warga beberapa home industry yang ada. “Api cepat bisa dipadamkan sehingga tidak sampai merembet ke bangunan lain. Warga bergotong-royong dengan peralatan seadanya untuk memadamkan api,” kata Misbakhul Anwar. (jok/nov)