Polisi Cepek Tewas Membusuk

Jenasah Benyamin alias Sutrisno saat dievakuasi petugas. (Foto: Oskario)

SURABAYA - Setelah tujuh hari tidak terlihat batang hidungnya, mayat Benyamin alias Sutrisno (60), polisi cepek di Jalan Karangan PDAM, ditemukan membusuk di kamar kosnya di Jalan Wiyung V/93, Rabu (21/2). Tak pelak, kematian korban membuat geger warga setempat. 

Kali pertama mayat ditemukan Yusanto (30), anak korban, yang tinggal tak jauh dari tempat kos milik Jumput, pukul 10.30. Saat itu, Jumput curiga karena sudah sejak Jumat (16/2) lalu,  korban tidak terlihat atau keluar dari kamarnya. Selain itu, dari kamar korban tercium bau tak sedap.

Jumput kemudian memberitahu Yusanto. Kemudian Yusanto mengecek ke kos-kosan. Saat pintu diketuk ternyata tidak ada jawaban dari korban, dan pintu dalam keadaan terkunci, sehingga menambah kecurigaan Yusanto. Karena takut terjadi apa-apa dengan bapaknya, kemudian pintu didobrak. 

Alangkah terkejut, Yusanto sudah mendapati korban merenggang nyawa di atas ranjang dan membusuk. Selanjutnya, temuan ini dilaporkan ke Polsek Wiyung. Setelah diidentifikasi mayat korban dievakuasi ke RSU dr Soetomo guna divisum. 

Kanit Reskrim Polsek Wiyung, Ipda Sumarno, membenarkan kematian korban. Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP), korban seminggu lalu sempat makan mie pangsit di depan Rumah Sakit Wiyung. "Korban kepada penjualnya mengeluh kepala dan perutnya sakit," kata Sumarno. 

Setelah makan, korban pulang, hingga ditemukan anaknya tewas membusuk. "Keterangan anaknya, korban memang punya riwayat sakit lambung," jelasnya. 

Selama ini, masih kata Sumarno, korban tinggal sendirian, sedangkan Yusanto sudah berkeluarga dan tinggal tak jauh dari rumah korban. Terkadang, tetangga yang kasihan memberikan makan dan memeriksa kondisi korban. (rio/tyo/nov)

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU