Jokdri: Jangan Bahas Wasit, Itu Pekerjaan PSSI

Joko Driyono

JAKARTA - Persija Jakarta dibuat kecewa atas kepemimpinan wasit pada laga kontra tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (20/5).

Pada pertandingan tersebut, gol pertama Persela Lamongan yang dicetak Diego Assis dinilai sebagai biang protes.Persija menilai, gol gelandang asal Brasil itu mengenai tangan sehingga bola bisa masuk ke gawang.

Kecewa dengan kepemimpinan wasit Annas Apriliandi, manajemen Persija Jakarta langsung mengirim surat protes ke Komdis PSSI.

Nantinya, surat tersebut akan diteruskan ke PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator Liga 1.

Tekad sudah bulat, Persija Jakarta begitu kecewa berat sehingga ingin wasit di laga kontra Persela segera dijatuhi sanksi.

"Kami telah melampirkan bukti-bukti yang kami punya dan semoga ada tindak lanjut dari ini semua," kata Manajer Persija, Ardhi Thahjoko, dalam rilis yang diterima BolaSport.com, Selasa (22/5).

"Tolong berikan hukuman kepada wasit yang seperti ini, jangan hanya pemain atau ofisial saja yang dihukum," ujarnya.

Persija Jakarta tak bisa ngeyel dengan ambisinya sebab mereka harus ingat pernyataan PSSI soal wasit beberapa waktu lalu.Hal itu diutarakan langsung oleh Plt. Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, yang mengeluarkan pernyataan tegas soal wasit.

Menurut Jokdri-- sapaan akrab Joko--, pembahasan wasit jangan terus dibicarakan karena itu akan merusak sepak bola Indonesia.

Joko Driyono juga mengakui semua orang sangat menunggu-menunggu hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI tentang pembahasan wasit."Saya sharing bahwa semua orang seakan menunggu wasit dihukum. Kalau moral kami begitu, almarhum-lah sepak bola ini," kata Joko.

"Jadi pastikan keputusan wasit tidak diganggu gugat," kata pria asal Ngawi tersebut.

Joko Driyono pun meminta sebuah pembahasan mengenai wasit itu merupakan pekerjaan dari PSSI untuk membina agar bisa lebih baik ke depan. 

"Wasit tidak boleh dihukum komdis PSSI atas tindakan atau keputusannya," ucap Joko Driyono.

"Komdis boleh melakukan tindakan pelanggaran disiplin bukan karena keputusan, karena masalah kompetensinya atau teknisnya," katanya. (*/be)

 

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU

Mata Hati: Sipoa, Antara Impian dan Penjara

SURABAYA KOTA 2018-08-20 18:32:30

Pengakuan dr Bagoes, Saksi Kunci Korupsi P2SEM (6): Merasa Dizalimi dan Menuntut Keadilan

SURABAYA KOTA 2018-08-20 18:29:38

Pesta Miras, Tiga Pemuda Tewas

PERISTIWA 2018-08-20 18:23:38

Tragedi Pesta Miras: Menduga Anaknya Masih Bekerja

PERISTIWA 2018-08-20 18:16:57

Ayah Tiri Setubuhi Anak

KRIMINAL 2018-08-20 18:13:14

Suami Mengejar Kepuasan, Istri Menderita (2): Kini Mr P Suami Lebih Mirip Pentung Hansip Terbakar

Sejuta Kisah 2018-08-20 18:10:23

Cinta Laura Asli Indonesia 

Senggang 2018-08-20 18:08:08

Geger Mayat Penuh Luka

PERISTIWA 2018-08-20 18:06:03

Rumah di Banyuurip Terbakar

PERISTIWA 2018-08-20 17:53:09

Residivis Pencurian Helm Kembali Diringkus

KRIMINAL 2018-08-20 17:50:57