Duel Persebaya vs Persib Terancam Diundur

Pemain Persebaya merayakan gol kemenangan ke gawang Arema FC lalu.

SURABAYA - Adanya teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo berimbas pada pertandingan Liga 1 2018 yang akan digelar di wilayah tersebut. Terdekat, akan digelar laga besar antara Persebaya lawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/5) mendatang.

Namun situasi yang tak menentu di Surabaya membuat izin keramaian dari pihak kepolisian untuk laga tersebut menjadi tersendat. Imbasnya, pertandingan itu terancam diundur. Hal itu diakui manajer Persebaya, Chairul Basalamah.

"Kami tadi pagi (kemarin, red) sudah berdiskusi, bisa saja laga Persebaya vs Persib tertunda. Kemungkinan itu besar. Tapi kita harus mengerti kondisinya sampai saat ini tidak aman. Bahkan hari ini (kemarin), saya masih teleponan dengan tim pelatih untuk meminta libur latihan, karena keadaan belum aman," ujar Chairul Basalamah.

Apakah  manajemen Persebaya bakal memberikan opsi tukar status kandang, dia menegaskan, hal itu kurang adil bagi Persebaya. Begitu juga untuk opsi bermain di luar Surabaya, masih menurut Choirul Basalamah, hal itu sulit untuk dilakukan. Sebab, untuk mengurus perizinan waktunya juga sudah mepet, dan belum tentu venue yang dipilih bisa menerima suporter Persebaya dengan baik.

"Ini biarkan jalan seperti biasa saja. Opsinya itu biarkan PT LIB yang memberikan masukan saja. Kami sebagai peserta mengikuti,"jelasnya.

"Sampai  tadi malam kami tetap berkomunikasi untuk mengurus surat. Ketika teman-teman pagi ini, Senin (14/5) mau ke sana, tiba-tiba di Polrestabes Surabaya jam 08.00 pagi ada bom. Keadaannya tidak bisa diprediksi. Jadi semakin sulit keadaannya, apalagi sepakbola itu mengumpulkan banyak orang dan ini bukan hal mudah bagi kepolisian," pungkasnya. (*/be)