Jawa Timur Disayangi Rakyatnya

Oleh: Arief Sosiawan

Hari ini Jumat, 12 Oktober, 73 tahun lalu, orang Jawa Timur berbangga hati. Karena menurut sejarahnya provinsi ini lahir tepat hari itu. Proses pembentukan struktur pemerintahan dan wilayah Jawa Timur ternyata memiliki perjalanan sangat panjang.
Dari berbagai sumber epigrafis dalam bentuk batu tertulis (Prasasti Dinoyo), diketahui sejak abad VIII, tepatnya tahun 760, di Jawa Timur telah muncul suatu satuan pemerintahan, Kerajaan Kanjuruhan di Malang, dengan status yang hingga kini masih diperdebatkan.
Sejarah terus bergerak tidak berhenti. Terus berkembang sesuai era atau zamannya. Jawa Timur akhirnya menjadi provinsi yang semua orang tahu menjadi provinsi terbesar kedua setelah DKI Jakarta, pusat pemerintahan Indonesia.
Provinsi Jawa Timur mulai tertata setelah Proklamasi Kemerdekaan. Karena Pemerintah Republik Indonesia kala itu mulai menata kehidupan kenegaraan. Berdasarkan Pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 pada 19 Agustus 1945 oleh PPKI dibentuklah provinsi dan penentuan para gubernurnya.
Untuk pertama kalinya RMT Soeryo yang kala itu menjabat Residen Bojonegoro, ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur. RMT Soeryo dilantik 5 September 1945, sampai 11 Oktober 1945 harus menyelesaikan tugas-tugasnya di Bojonegoro, dan baru pada 12 Oktober 1945 boyongan ke Surabaya, Ibukota Provinsi Jawa Timur.
Boyongan itu lah yang menandai mulai berputarnya mekanisme Pemerintahan Provinsi Jawa Timur.
Atas dasar pertimbangan perjalanan sejarah inilah, maka diterbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang menetapkan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, dan wajib diperingati secara resmi setiap tahun, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur.
Kini, Provinsi Jawa Timur terus menggeliat dalam banyak kemajuan. Maju dalam berbagai sisi kehidupan. Pendidikan, ekonomi, kesejahteraan rakyat, keamanan, industri, dan banyak lagi.
Terbukti berbagai penghargaan diterima provonsi ini. Baik penghargaan lokal, nasional, regional, maupun internasional. Semua itu salah satunya berkat keguyuban rakyat Jawa Timur. Sehingga, soal keguyuban ini rakyat Jawa Timur paling layak diacungi jempol.
Dibanding dengan berbagai provinsi, provinsi terujung timur di Pulau Jawa ini paling kondusif meski banyak provokator bertebaran. Rakyat Jawa Timur tak mudah terprovokasi.
Dipimpin Gubernur Soekarwo dan wakilnya, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, dan didukung forkopimda, Jawa Timur nyaman dan aman meski sempat di bombardir teroris dengan mengebom di berbagai wilayah provinsi ini.
Tak hannya itu, saat pilgub berlangsung, Jawa Timur sangat tenang dan kondusif, meski Gus Ipul menjadi calon gubernur yang harus mengakui keunggulan calon lain yang menjadi pesaingnya, Khofifah Indar Parawansa.
Ini semua membuktikan jika provinsi Jawa Timur yang dikendalikan Soekarwo atau akrab disapa Pakde Karwo benar-benar disayangi rakyatnya.
Nah, memasuki hari jadi yang ke-73 tahun ini, Jawa Timur dengan tema Makmurkan Jawa Timur melalui Industri UMKM berbasis digital, akan terus bergerak, menggeliat, mencari dan mengejar kesuksesan meski Kamis (11/10) dini hari provinsi ini diguncang bencana gempa bumi yang terasa di berbagai kota dan kabupaten. Selamat hari jadi provinsi Jawa Timur. Semoga terus Berjaya.(*)