Dua Kubu Imbau Hentikan Kampanye di Lokasi Gempa

Perumnas Balaroa di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, salah satu permukiman yang paling parah terdampak gempa.

JAKARTA - Seolah ingin menarik simpati masyarakat yang sedang berduka, kedua kubu Capres sama-sama mengimbau agar kampanye di lokasi bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah dihentikan sementara.

"Tolong ditinggalkan dulu hal-hal yang berkaitan dengan peran KPUD di daerah maupun Panwas (panitia pengawas) untuk pileg (pemilihan legislatif) dan pilpres (pemilihan presiden). Kita konsentrasi dulu menyelesaikan tanggap darurat ini karena apa pun, pileg dan pilpres bisa ditunda sepanjang daerahnya ada bencana, baik di tingkat TPS, kecamatan, desa, maupun kota dan kabupaten," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (1/10).

Masa kampanye pilpres dan pileg sendiri sudah sejak 23 September 2018 lalu sampai 13 April 2019. Namun Tjahjo belum dapat memastikan apakah pemilu 2019 di Sulteng akan ditunda dari jadwal awal pada 19 April 2019.

Sehari sebelumnya, dalam video yang diunggah di akun YouTube Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (30/9/), Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyarankan kegiatan kampanye pemilu di Sulawesi Tengah dihentikan sementara. 

"Saya kira, saatnya kita menunjukkan solidaritas untuk saudara-saudara kita yang mengalami musibah dan sekaligus membantu pemerintah untuk mengatasi bencana ini. Baik pada fase tanggap darurat maupun nanti pada saatnya rehabilitasi dan rekonstruksi," jelas SBY.

Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter  mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) sore. Gempa tersebut mengakibatkan sedikitnya korban tewas 1.203 jiwa. Sedangkan korban luka berat mencapai 540 orang, ada 16.732 jiwa warga yang mengunsi dan tersebar di 24 titik.

Tjahjo Kumolo  juga mempersilakan bila partai politik membantu masyarakat di Sulteng. "Kalau bantuan diterima dong, kalau bantuan ya tidak apa-apa. Malah lebih baik kalau kampanye di sana kirim bantuan air bersih makanan dan minuman, yang penting jangan ada orasi dan yel-yel. Semua berduka," ungkap Tjahjo dikutip antaranews.

Mengikuti saran SBY, koordinator Juru Bicara capres-cawapres 02 Danhil Anzar Simanjutkan mengatakan jadwal kunjungan cawapresi Sandiaga Uno ke Gorontalo hari ini dibatalkan karena ingin fokus pada penghimpunan relawan dan bantuan sosial untuk Palu, Donggala dan Lombok selama beberapa hari ke depan di Jakarta.

 Gubernur Sulteng Longki Djanggola sudah menerapkan masa tanggap darurat bencana di provinsi itu selama 14 hari berlaku sejak 28 September hingga 11 Oktober 2018. Daerah yang terdampak meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong. (*/hap)