Pilpres 2019: Martono: Jangan Rugikan Umat 

Martono 

SURABAYA - Pertemuan diam-diam Fadli Zon dan Fahri Hamzah, bersama imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq di Makkah, Arab Saudi mendapat kritik Martono, pakar politik dan pengajar Universitas Surabaya (Ubaya). 

Menurut dia, pertemuan dua politisi dengan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq bisa saja membawa misi khusus dari salah satu kubu yang kini bersiap diri menghadapi pemilihan presiden (Pilpres 2019). Jika tidak hati-hati pakar politik yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Jatim ini akan merugikan kepentingan umat. 

“Menurut saya membawa kekuatan aliran atau agama masuk dalam dukung mendukung pilpres sangat tidak elok. Nantinya umat yang akan dirugikan,” terang Martono pada Memorandum, Jumat (17/8) petang.

Ia menyebutkan, kedatangan ke dua politisi senayan (Fadli Zon dan Fahri Hamzah) ke Makkah dalam rangka tugas memantau pelaksanaan haji 2018. Namun, dirinya mendengar ada kepentingan lain, membuat keduanya mengambil kesempatan itu untuk menemui Habib Rizieq di Makkah.

Ia kembali menegaskan, politisi di tanah air tidak menarik kekuatan aliran ke dalam ranah politik. “Sejak dulu ranah politik seperti itu dihindari,” tegas dia.

Karena menarik kekuatan aliran ke dalam ranah politik, menurut saya bukan tempatnya. Sebab ada undang-undang yang memberikan garis dan hak pada partai politik atau gabungan partai politik untuk memberikan dukunga di kontstasi pilpres 2019. “Kasihan umat. Menurut saya alangkah mundur proses demokratisasi jika politik aliran dilibatkan,” kata dia. 

Seharusnya pemimpin kenegaraan dan pemimpin umat selalu konsiten dengan hukum yang berlaku, Sebab yang berhak mengajukan dalam pencalonan pilpres adalah partai politik. “Saya melihat agama dan urusan keumatan di bawah masuk, demokrasi menjadi mundur dan jauh dari harapan,” kata Martono yang juga mantan Ketua Partai Golkar Jatim. (day/asw)