Indahnya Puasa Rajab di Madinah

Suasana buka puasa bulan Rajab 1439H di Masjid Nabawi, Madinah.

MADINAH - Bulan Rajab benar-benar dimanfaatkan warga Madinah dan jemaah umrah untuk melaksanakan puasa sunnah. Saat buka puasa, mereka berbaur dan berbagi takjil kepada jemaah di Masjid Nabawi. Suasananya cukup nikmat serasa buka puasa di bulan Ramadan.

Kontributor Memorandum Kholid Saifullah melaporkan dari Madinah, Arab Saudi, bahwa ketika hari Senin dan Kamis, suasana Masjid Nabawi bak seperti bulan Ramadan. Setelah shalat Asar, sebagian orang menggelar plastik dan menyiapkan makanan takjil. 

“Setelah makanan takjil siap tertata di plastik yang membentang, maka mereka berinisiatif untuk mengajak  setiap orang yang berada di masjid untuk duduk di sekitar plastik tersebut. Tak jarang, mereka menghadang orang yang baru masuk masjid untuk diajak makan takjil, laksana seorang salesman penjualan,” ujar Kholid dihubungi Kamis (19/4).

Makanan takjil yang ditaruh di lembaran plastik itu berupa kurma, khubuz (roti), segelas zamzam, dan kopi Arab. Terkadang juga dilengkapi tamis –seperti roti Maryam—dan mayonise. Satu jam sebelum adzan, sekelompok orang mengatur sof saling berhadapan. 

Takjil bagi orang Arab, memang hanya menikmati makanan ringan, sekadar membatalkan puasa. Demikian ini merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Tapi di Indonesia, seringkali takjil diartikan berbuka puasa dengan makanan berat, berupa nasi atau full karbohidrat. 

Beberapa menit sebelum adzan Maghrib, banyak diantara mereka yang khusyuk berdoa. Karena inilah saat mustajabah terkabulnya doa. Ada juga yang membaca Alquran atau berdzikir. Bukan bercengkerama seperti di Indonesia.

Begitu adzan tiba, inilah saat-saat yang indah. Para jemaah mulai minum zamzam, sambil mengucapkan Alhamdulillah. Dan membaca doa puasa. Lalu secara bersama-sama, tangan-tangan mereka meraih kurma di depannya. Kurma ruttob dingin yang keluar dari frezeer itu semakin menambah kenikmatan berbuka.

Hampir seluruh jemaah di Masjid Nabawi ikut menikmati buka puasa. Begitu pula para jemaah umrah asal Indonesia, kebanyakan mereka juga menikmati buka puasa walaupun tidak berpuasa. “Saya ikut saja, saya pikir ini seperti kenduri tasyakuran. Ternyata berbuka puasa. Saya jadi malu,” ujar Arifin, jemaah asal Surabaya.

Kegiatan buka puasa di Masjid Nabawi ini sebenarnya hampr rutin dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Namun untuk bulan Rajab ini, terlihat lebih banyak peminatnya. Itu menunjukkan, bahwa bulan Rajab ini memang merupakan bulan utama untuk berpuasa sunnah. Sebagai Nabi SAW memberi tuntunan doa: Allahumma bariklana fi rojaba wa syakbana, waballighna romadon (berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, dan temukan kami di bulan Ramadan). (jur/hap)

 

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU