Wanita Paruh Baya Disetubuhi

Mutia yang mendapat pertolongan pekerja tebang tebu usai kejadian.

MOJOKERTO - Nasib nahas menimpa Siti Mutiah (47), warga Dusun Brangkal Wetan, Desa Kintelan, Kecamatan Puri. Setelah turun dari angkutan kota (angkot) yang ditumpangi, ia malah menjadi korban penganiayaan. Tidak hanya itu Mutiah juga disetubuhi paksa dan hartanya dirampas.

Kejadian pada Minggu (30/9) sekitar pukul 12.45 telah dilaporkan ke pihak berwajib. Polisi kini masih memburu pelaku yang memperdayai korban. Diceritakan oleh Kasubbag Humas Polres Mojokerto AKP Zaenal Abidin. Peristiwa bermula saat Mutiah bermain ke rumah temannya, Yani (39), di Dusun Kemasan, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan.

Setelah itu ia pamit dan diantarkan  temannya di perempatan Trowulan. “Korban pulang dengan menumpang angkot, dan naik di perempatan Trowulan. Saat perjalanan menuju Sooko, ia hanya seorang diri,” tutur Zaenal, Senin (1/10).

Setibanya di pertigaan Brangkal, korban turun dari angkot. Mendadak muncul pelaku yang langsung memegang tangan Mutiah lalu diajak naik motor. Anehnya, begitu dipegang korban langsung hilang kesadarannya dan tidak mampu memberontak. Hingga akhirnya pelaku yang membonceng Mutiah tiba di area persawahan yang jauh dari permukiman warga.

 “Di lokasi ini korban dipeluk dan diciumi oleh pelaku. Mendapati hal itu korban berteriak agar dia (pelaku) jangan berlaku kurang ajar,” sambung Zaenal.

Mengetahui korban melawan, pelaku emosi dan memukul mata kiri Mutiah hingga wanita ini tidak sadarkan diri. Ia baru tersadar beberapa waktu dan mendapati sakit di bagian alat vitalnya. Bahkan celana panjang yang dikenakannya telah melorot sampai lutut. Merasa menjadi korban asusila, Mutiah berteriak meminta tolong.

“Karena korban berteriak, pelaku panik dan kembali memukul korban di wajah hingga dua kali. Tidak hanya itu, ia juga mencekik leher wanita malang tersebut,” beber Zaenal.

Setelah menganiaya korban, pelaku mengikat tangan dan kaki Mutiah dan menyumpal mulutnya dengan sandal. Pelaku selanjutnya menguras barang berharga yang dibawa korban lalu meninggalkan Mutiah begitu saja di lokasi. “Korban akhirnya berhasil melepas ikatan di tangan dan kakinya. Dengan sekuat tenaga berjalan ke permukiman hingga ditemukan pekerja tebang tebu dan selekasnya mengantar ke Mapolres Mojokerto,” tandas Zaenal. (no/nov)