Pembunuhan Sopir Taksi Prima Trans: Saksi Kunci, Wanita Berhijab Masih Diburu

Jenazah Andik Wawan Prasetya dievakuasi menuju ambulans.

SIDOARJO - Pembunuhan Andik Wawan Prasetya (28), sopir taksi Prima Trans, warga Peh Wetan RT O3/ RW 04, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, di Pondok Inap Shofwa (PIS), Jalan By Pass Juanda, Sedati, terus diselidiki polisi.

Selain memburu 2 pria sebagai pelaku penusukan, polisi juga mencari wanita berhijab yang diajak korban check in di kamar nomor 40 PIS. wanita itu adalah kunci dari kejadian yang menggemparkan warga Kota Delta tersebut. 

Apalagi antara korban dan wanita itu sudah empat kali check in. Ia adalah saksi kunci kaus ini. Perempuan itu diduga juga tahu identitas dan persembunyian kedua pelaku.

“Kita usahakan wanita yang check in bersama korban bisa menjadi saksi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, Senin (1/10).

Dikatakan Harris, wanita berhijab itu bisa menjadi saksi kunci. Karena selain mengetahui peristiwa itu secara langsung, ia diduga juga mengenal kedua pelaku yang membantai Andik. “Dari bukti dan keterangan saksi di lokasi, mengarah jika wanita itu pasti kenal dengan pelaku,” jelas Harris.

Sampai saat ini, polisi terus berupaya bisa menemukan wanita itu untuk menjadi saksi. Polisi terus mengejar baik saksi kunci maupun kedua pelaku. “Mudah-mudahan kasus ini segera terungkap,” harapnya.

Dalam kejadian ini, polisi dari Polsek Sedati dan Polresta Sidoarjo sudah memeriksa sejumlah saksi. Saksi yang sudah diperika di antaranya adalah Khamim, karyawan hotel setempat, warga Desa Kalanganyar RT 03/RW 01, Kecamatan Sedati dan Kristian, karyawan kafe, warga Perumahan GKSP E-2 RT 27/RW 14, Desa Sedatigede, Kecamatan Sedati.

Dari keterangan sejumlah saksi, korban selama ini tinggal bersama orang tuanya bernama Suwigyo (54), penjual pentol yang mengontrak rumah di  Jalan H Syukur 6 Blok C RT 03/RW 16, Dusun Bono, Sedatigede, Sedati. Dalam kasus ini polisi mengamankan barang bukti berupa HP, baju dan sepatu korban, sepatu dan HP milik wanita, teman chek in korban.

Dari pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV diketahui kejadian berawal ketika korban bersama teman wanitanya masuk ke kamar nomor 40 PIS. Tidak lama kemudian datang seorang laki-laki dengan naik motor Honda Beat yang mengaku sebagai teman wanita tersebut.

Setelah ada di depan kamar, terjadi keributan antara pelaku dengan korban. Korban lalu ditusuk dan terhuyung-huyung. Pelaku lain ternyata mengikuti dan mengeluarkan pisau panjang dan ikut menusuk Andik. Korban jatuh di depan kamar bersimbah darah. Setelah membantai, kedua pelaku bersama wanita misterius tersebut kabur ke Selatan. (som/jok/nov)