Guru Honorer Cabuli Gadis Belia di Atas Mobil

Kasat Reskrim Kompol M Harris menunjukkan tersangka dan barang bukti.

SIDOARJO - Abdul Syukur (32), warga  Blega, Bangkalan ditahan penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo karena diduga mencabuli Bunga (14), gadis belia asal Desa Sarirogo, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.

Penahanan guru ini dibeber dalam pers rilis di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (19/9). "Kita berhasil mengungkap kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh seorang guru honorer terhadap anak di bawah umur yang usianya 14 tahun di Sarirogo,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris.

Kejadian ini bermula setelah keduanya (tersangka dan korban) sering melakukan chatting di media sosial (medsos) dan sepakat untuk jumpa darat. Tersangka menemui korban yang masih bau kencur dengan membawa mobil dari Madura. “Tersangka menunggu korban di dalam mobil, di tempat yang sudah disepakati. Saat korban datang dan masuk ke mobil, tersangka langsung mencumbu korban,"jelas Harris.

Dia mengungkapkan,perbuatan cabul terhadap korban dilakukan berulang kali setiap bertemu. “Pelaku melakukan aksi pencabulan kepada korban empat kali dan lokasinya berpindah-pindah. Terakhir melakukan pencabulan di dalam mobil dekat Masjid Sarirogo,” papar Harris.

Saat itulah, lanjut dia, warga  yang mengetahui ada yang tidak beres dengan mobil yang diparkir dekat masjid, akhirnya ramai-ramai menangkap keduanya. Mereka kemudian diserahkan kepada orang tua Bunga. “Tahu anaknya dicabuli, orang tua Bunga melaporkan perbuatan pelaku ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo,“ tegas Harris.

Sejatinya, ungkap Harris, antara tersangka dan korban sudah saling kenal. Tersangka yang sudah mempunyai istri dan satu anak telah menjalin hubungan dengan Bunga. Yang disayangkan, perbuatan pencabulan tersangka terhadap anak di bawah umur. “Kami mengharap orang tua hati-hati dan mengawasi anaknya,” tandas dia.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya, penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat tiga tahun atau denda paling banyak Rp 300.000.000 dan paling sedikit Rp 60.000.000. Guna proses hukum lebih lanjut, tersangka kini ditahan.(ori/med/jok/be)