Berikan Layanan Plus, Pitrad Bu Mamik Digerebek Polrestabes Surabaya

Bu Mamik bersama para terapisnya di Mapolrestabes Surabaya.

SURABAYA - Unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali membongkar praktik prostitusi berkedok pijat tradisional (pitrad). Setelah mengamankan pasangan suami istri di Jalan Lebak Jaya II Tengah, kini panti pijat legendaris milik Bu Mamik, di Ruko Barata Jaya 59 B digerebek.

Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan pemilik panti pijat yang biasa dikenal dengan panggilan Bu Mamik (59). Selain itu 14 dari 17 terapis yang berasal dari berbagai kota di Jawa Timur turut digiring ke Mapolrestabes Surabaya.

" Setelah kami mendapat laporan dari masyarakat, kami langsung melakukan penyelidikan hingga menggerebek tempat yang sudah beroprasi lebih dari 20 tahun itu. 14 perempuan yang kami amankan itu kedapatan sudah melayani tamu sepanjang hari tadi," kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Rabu (19/9).

Dalam bisnis haramnya, Bu Mamik mematok tarif antara Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, sesuai keinginan para pelanggan. Sementara untuk memilih calon terapis, pria hidung belang dapat memilih sesuai keinginan di ruangan aquarium kaca.

"Jadi sejak tahun 1996 lalu, tersangka ini selalu memperbarui para terapis. Gunanya untuk menarik minat para pelanggan," imbuh Ruth.

Dari tempat tersebut, petugas juga menyita barang bukti buku catatan tamu, alat kontrasepsi baru dan bekas, lotion, uang tunai Rp 1,4 juta, serta foto copy register dari dinas pariwisata. (cr8/tyo)