Tak Bayar Utang, Dihajar

Ketiga tersangka di Mapolsek Mulyorejo

SURABAYA - Gegara tidak bayar utang, babak belur dihajar tiga bersaudara. Nasib apes itu dialami Felipus Rato (31), kos di Jalan Bhaskara Sawah, asal Desa Weekombaka Kecamatan Wewewa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (30/7).

Sedangkan, pengeroyok korban diketahui ngekos di Jalan Kalisari dan Bhaskara Sawah. Ketiganya, Domingus Ngongo (24), Lukas Lede Ngongo (26), dan Bernadus Ngongo (21). Kendati hanya menggunakan tangan kosong, korban harus menjalani perawatan medis akibat luka robek di mulut, serta lebam di pinggang belakang.

Selain itu, satu gigi korban terlepas akibat pukulan telak dari tersangka. Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo Iptu Budijanto menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 06.00. Saat itu tiga pria yang masih satu keluarga tersebut mendatangi kos korban di Jalan Bhaskara Sawah dengan maksud menagih utang.

Mereka juga ingin meminta BPKB motor yang sudah dibeli seorang tersangka. “Korban sebelumnya sempat dimintai tolong tersangka untuk membelikan motor. Ia juga sudah diberi uang. Meski motor sudah diberikan, tapi korban tidak memberi BPKB serta uang kembalian dengan alasan menyusul,“ beber Budi.

Setelah beberapa hari tidak kunjung ada kejelasan, tersangka yang dongkol lalu mendatangi kos korban dengan maksud meminta 

kejelasan terkait BPKB dan uang Rp 200 ribu tersebut. Meski telah bertemu dan bertatap wajah dengan korban, para tersangka tidak mampu lagi membendung amarahnya. Belum sempat korban menjelaskan, ketiga pria ini langsung menyerang dan mengeroyok. 

“Korban sebenarnya ingin menjelaskan dan akan menyerahkan BPKB berikut uang kembalian beli motor yang sempat dipinjam. Tapi belum sempat ngomong, ketiga tersangka lebih dulu menghajar korban,” lanjut perwira pertama ini.

Merasa dianiaya dan bermasud baik, korban yang tidak terima  lalu melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Tidak membutuhkan waktu lama, anggota Reskrim Polsek Mulyorejo akhirnya meringkus ketiga tersangka tersebut. “Setelah kami mendapat laporan, anggota bergerak dan meringkus mereka di kos-kosannya,“ kata Budijanto. (cr8/nov)