Alap Alap Motor Jatisrono Dicokok 

Johan Pranata dan Wahyu Tri Laksono didampingi anggota Polsek Semampir.

SURABAYA - Tiga minggu menjadi buron, Johan Pranata (30), warga Jalan Jatisrono Barat VII, ditangkap anggota Reskrim Polsek Semampir. Tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu dicokok saat tidur di rumah.

Dalam penggeledahan yang dilakukan, polisi menyita barang bukti selembar STNK motor dan kunci kontak kendaraan. Guna pengembangan lebih lanjut, Johan lalu digelandang dan dijebloskan ke tahanan Mapolsek Semampir.

Kapolsek Semampir Kompol Nouvil Hartono mengatakan, Johan pernah mengobok-obok 11 TKP di wilayah hukum Polsek Semampir. Baru kali ini ia tertangkap. "Tersangka juga DPO Polsek Tandes sejak 2017 lalu atas kasus yang sama," jelas Nouvil, Jumat (27/7).

Proses penangkapan Johan dari nyanyian Wahyu Tri Laksono, salah satu komplotan tersangka yang tertangkap lebih dulu pada dua minggu lalu. "Setelah ditangkap anggota ternyata, Johan adalah tetangga Wahyu," beber mantan Kapolsek Rungkut ini.

Nouvil menambahkan, komplotan Johan berjumlah empat orang. Dua di antaranya sudah tertangkap. Sedangkan dua lain masih ditetapkan buron. Komplotam Johan di setiap aksi mempunyai peran sendiri-sendiri. Mulai pemetik, penjual motor curian, dan menggambar  sekaligus mencari sasaran. 

Terakhir, komplotan Johan beraksi di dekat rumahnya dan berhasil menggasak motor milik Hendrik pada Jumat (6/7) sekitar pukul 14.00. Ketika itu Johan melihat motor korban d parkir depan rumah. Berbekal kunci T, ia lalu merusak kunci stir dan membawanya kabur. Atas kejadian tersebut Hendrik melapor ke Polsek Semampir.

Petugas yang mendapatkan laporan kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan. Polisi akhirnya menangkap Tri Wahyu Nugroho ketika berkeliaran di kampungnya. Tersangka kemudian mengaku terus terang beraksi bersama Johan. 

Terpisah, Johan mengaku setiap berhasil mencuri motor lalu diberikan ke teman untuk dijual ke penadah di Madura. "Harganya bervariasi antara Rp 2-3 juta dan hasil dibagi rata. Saya mendapatkan bagian Rp 300 ribu," ujar Johan. (rio/nov)