Dua Bandit Curanmor Didor

Kedua tersangka diapit petugas.

SURABAYA - Dua tersangka curanmor terpaksa dilumpuhkan kakinya. Seorang di antaranya adalah residivis karena kasus yang sama. Mereka Andre Supriyanto (25), warga Jalan Bulak Rukem I dan Abdul Qodir (25), warga Bulak Jaya VII.

Polisi bertindak tegas lantaran tersangka berusaha kabur saat akan ditangkap. Kaki kiri Andre dan Abdul Qodir dijebol dengan timah panas petugas untuk menghentikan pelarian itu. Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti menjelaskan, aksi terakhir kedua tersangka mencuri motor di rumah kos Jalan Brawijaya pada Senin (16/7).

Keduanya berhasil menggondol motor Honda Vario. "Mereka biasa mencari sasaran dini hari hingga pagi hari. Sasarannya rumah kos yang sepi. Untuk memuluskan kejahatannya dua bandit ini membekali magnet dan kunci T," jelas Bima, Jumat (20/7).

Saat beraksi, kedua tersangka telah berbagi peran. Qodir bertugas sebagai eksekutor sedangkan Andre mengawasi dari luar sekaligus yang menjual motor curian. Semua hasil kejahatan dijual Andre ke penadah di Bangkalan. Motor curian dijual antara Rp 2,5 juta – Rp 4 juta.

“Satu tersangka merupakan pemain lama, sering keluar masuk penjara, dan dua bulan lalu keluar penjara setelah divonis delapan bulan. Mereka kami tangkap di persembunyiannya kos-kosan di daerah Jalan Gresikan. Tersangka kami tembak betis kirinya karena mencoba kabur,” lanjut Bima. 

 Dalam penyidikan, selain beraksi di Jalan Brawijaya, tersangka juga mengaku beraksi di sejumlah wilayah Surabaya.  Yakni di Jalan  Kalilom Lor dengan hasil Honda Vario warna hitam; Jalan Sidotopo, mendapat Honda Beat dan Jalan Simo Pomahan berhasil menggasak Honda Beat.

Selanjutnya di Jalan Brawijaya hasil Honda Beat; Jalan Semolowaru hasil Honda Vario 150 C warna putih; Jalan Semampir Utara Gang 3C, hasil  Honda vario 125 warna hitam; Indomart Gayungsari, hasil Honda Beat; Jalan Wahid Hasyim hasil Honda Beat, serta daerah Wiyung mendapat Honda Vario 125 warna hitam.

Sedangkan barang bukti yang disita yakni satu unit sepeda motor Honda Scoopy L 5034 TK sebagai sarana, satu buah kunci T, dua buah anak kunci runcing baja, satu kunci magnet pembuka pengaman rumah kunci motor. Selain itu, petugas juga mengamankan rekaman CCTV, ketika mereka beraksi. “Kami terus mengembangan kasus tersebut dan masih  memburu penadahnya,” pungkas Bima.

Pengakuan Andre, sebelum dan setelah keluar penjara, dia tidak pernah gonti-ganti pasangan dalam melakukan kejahatan. Untuk hasil penjualan motor curian tersebut dibagi rata. “Uangnya saya gunakan untuk kebutuhan hidup dan foya-foya,” ucap Andre. (tyo/nov)