Penganiaya Istri Semolowaru Divonis 1 Bulan 10 Hari

Satrio Mariyonani mendengarkan putusan majelis hakim.

SURABAYA - Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman memvonis Satrio Mariyonani, penganiaya istri selama 1 bulan 10 hari, Selasa (2/10). Putusan majelis hakim jauh lebih ringan mengingat istri dan keluarganya sudah memaafkan semua perbuatan terdakwa yang tinggal di Jalan Semolowaru Elok Blok AC.

“Hal yang meringankan istri dan keluarga istri sudah memaafkan perbuatan terdakwa,” ujar Dede Suryaman dalam amar putusan, kemarin. Terkait keputusan itu, terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rasyid menerima. 

Meski sebelumnya dalam tuntutan, Fathol Rasyid menuntut terdakwa  dengan pasal 44 ayat (1) UU RI No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu selama 2 bulan penjara.

Dalam dakwaan, terdakwa melakukan perbuatan kekerasan fisik terhadap Suci Kristanti (korban) istrinya setelah dicurigai selingkuh. Bukannya mengakui, keduanya terlibat cekcok setelah sang istri menunjukkan sejumlah barang bukti perselingkuhan di antaranya seperti foto profile, line dan pin BBM. 

Lalu Suci Kristanti mengajak terdakwa ke KUA untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, tetapi terdakwa menolak. Tiba-tiba terdakwa yang duduk di sofa menarik tangan Suci Kristanti sehingga terjatuh di sofa dalam posisi terlentang. 

Kedua tangan Suci dipegang dan diangkat ke atas selama lima menit. Untuk berusaha melepaskan genggaman tangan terdakwa, namun tidak bisa bahkan jatuh ke lantai. Selanjutnya, terdakwa duduk di atas perut Suci Kristanti, dengan mengangkat kedua tangan korban kembali. Lalu terdakwa mengambil HP korban dan membantingnya. (fer/yok)