Korupsi P2SEM: Kejati Periksa Tujuh Mantan Dewan Jatim

Richard Marpaung

SURABAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kembali memeriksa penerima dan pemberi hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM), Kamis (2/8). Korps Adhiyaksa ini secara maraton memeriksa 7 mantan anggota DPRD Jatim periode 2004-2009.

Mereka yang dipanggil korps baju cokelat itu yakni mantan anggota Fraksi PAN DPRD Jatim Sudono Sueb; mantan anggota Fraksi PKS DPRD Jatim Achmad Subhan; anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim Suhandoyo; anggota Fraksi PKNU DPRD Jatim Mochamad Arif Junaidi.

Mantan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim Gatot Sudjito; mantan anggota Fraksi Partai Golkar  DPRD Jatim Harbiah Salahudin. Bahkan Suhartono Wijaya yang sudah meninggal beberapa waktu lalu, juga mendapat surat panggilan sebagai saksi kasus P2SEM.

Kasipenkum Kejati Jatim, Richard Marpaung membenarkan pemeriksaan terhadap sejumlah mantan anggota dewan Jatim tersebut. “Memang benar kami telah memeriksa beberapa anggota dewan Jatim. namun ada di antaranya yang sudah meninggal dunia,” tegas Richard Marpaung.

Ia menyebutkan, pemeriksaan itu  terkait dugaan keterlibatan dalam kasus program bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim tahun 2008 (P2SEM). Dalam program ini, Pemprov Jatim mengalokasikan dana sebesar Rp 277 miliar yang disalurkan melalui 100 anggota DPRD Jatim.

Selanjutnya, oleh anggota DPRD Jatim, dana disalurkan ke kelompok masyarakat. Salah satu syarat pengajuan adalah rekomendasi dari anggota DPRD Jatim. Sejumlah sumber menyebutkan surat pemanggilan pemeriksaan terhadap mantan anggota DPRD Jatim ini, disampaikan melalui fraksi di DPRD Jatim.

Pemeriksaan dilakukan mulai Rabu (1/8) hingga Kamis (2/8). Dibeber kembali kasus mega proyek P2SEM ini setelah Kejati menahan dr Bagoes Soetjipto Soelyoadikoesoemo. Dokter spesialis Jantung RSUD dr Soetomo ini sempat buron dan akhirnya tertangkap di Malaysia.

Ia merupakan terpidana korupsi dana P2SEM Jawa Timur tahun 2008. Dokter bagus dinyatakan bersalah karena bersekongkol dengan banyak pejabat tinggi Pemprov dan DPRD Jatim untuk menggarong dana hibah Rp 277 miliar.  (yok/day/nov)