Polda Sita Aset Sipoa

Kombespol Agung Yudha Wibowo

SURABAYA - Keseriusan polisi menangani kasus Sipoa, benar-benar dibuktikan. Setelah menetapkan sedikitnya 7 tersangka dan dua di antaranya telah masuk dalam proses persidangan, Polda Jatim juga menyita sejumlah aset milik PT Sipoa Group.

Bahkan, aset yang disita itu nilainya mencapai puluhan miliar berupa tanah, uang, serta kendaraan roda empat. Dikatakan Direskrimum Polda Jatim Kombespol Agung Yudha Wibowo, penyitaan aset itu dilakukan telah sesuai prosedur. Di mana telah ada penetapan dari pengadilan negeri setempat. “Sejumlah aset memang telah kami sita. Ini tentunya berkaitan dengan proses hukum yang terus berlangsung,” ungka Agung.

 Disebutkan, sejumlah aset yang total nilainya mencapai puluhan miliar itu di antaranya 5 unit rumah yang pemiliknya atas nama Budi, Klemens dan Aris Bhirawa. Sedangkan kendaraan roda empat ada 9 unit, antara lain Toyota Alphard, Granmax, HRV.

Untuk kendaraan roda dua ada 1 unit, 7 buah SHM yang berlokasi di Surabaya 3 buah dan di Sidoarjo 4 buah. Sedangkan aset tanah yang telah dipasang plang di Bali ada 3 lokasi, di Surabaya ada 3, serta di Sidoarjo ada 4 aset.

Dengan penyitaan aset tersebut setidaknya kian membuktikan keseriusan Polda Jatim dalam penanganan kasus penipuan dengan korban massal itu. Dan setidaknya pula sedikit memberi harapan kepada sejumlah korban Sipoa untuk menerima penggantian uang yang sebelumnya telah disetor.

Ke depan, Polda Jatim dalam hal ini Subdit Harda Bangtah (Harta Benda Bangunan dan Tanah) akan terus bergerak untuk menelusuri sejumlah aset PT Sipoa yang tersebar di beberapa kota. “Kami tidak akan berhenti sampai di sini untuk memburu aset-aset yang sebagian besar diatasnamakan bos-bos PT Sipoa Group,” pungkas Agung. (yok/nov)

Aset-aset PT Sipoa yang Disita Polda Jatim:
1. Rumah 5 unit (milik Budi, Klemen dan Aris)
2. Kendaraan Roda 4 berjumlah 9 unit ( diantaranya Toyota Alphard, Grandmax, dan HRV.
3. Kendaraan Roda 2 satu unit
4. Uang Rp 22,750 Miliar
5. 7 buah SHM berlokasi di Surabaya 3 buah, dan Sidoarjo 4
6. Aset tanah yang dipasang plang di Bali 3 lokasi, di Surabaya 3 lokasi, dan di Sidoarjo 4 lokasi.