Ribuan Korban Sipoa Ancam Demo Polda

Korban Sipoa demo menduduki lokasi lahan perumahan.

SURABAYA - Permasalahan korban Sipoa terus berlanjut. Pasca menduduki lokasi lahan perumahan PT Sipoa Grup di kawasan Jalan Wisata Menanggal, ribuan korban yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS), bersiap menggelar demo besar-besaran di Mapolda Jatim.

Mereka menuntut agar Polda Jatim segera menyita sejumlah aset tanah maupun bangunan milik PT Sipoa Grup. Bahkan korban Sipoa yang sebelumnya mendirikan tenda di lokasi lahan yang belum juga didirikan bangunan itu, siap mengerahkan massa yang lebih besar.

Mereka berharap dengan disitanya aset milik Sipoa nantinya akan bisa mengembalikan uang yang telah disetor ke Sipoa. Ini ditegaskan Humas PCS, Ary Istiningtyas. Sebenarnya, kemarin, pihaknya diundang Ditreskrimum Polda Jatim untuk melakukan audiensi. Namun perwakilan PCS sengaja tidak datang ke polda.

“Kami menolak hadir karena penyidik belum memegang surat penyitaan aset Sipoa dari pengadilan,” katanya, Senin (4/6).

Karena itu, sebelum menggelar langkah demo besar besaran, juga akan dilakukan upaya untuk mendatangi pengadilan. Dan pengadilannya tak hanya satu, karena selain di PN Surabaya juga di PN Sidoarjo dan PN Denpasar.

Ditambahkan, ini juga berdasar Laporan pidana bernomor : TBL/373/III/2018/UM/JATIM dalam sangkaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau TPPU (tindak pidana pencucian uang). “Sekarang ini, para korban tinggal menunggu hasil penetapan izin (persetujuan) dari masing-masing ketua pengadilan negeri tersebut,” imbuhnya.

Pihaknya pun juga berharap mudah-mudahan dalam waktu 3 hingga 7 hari ketua pengadilan sudah memberikan penetapan izin persetujuannya penyitaan aset. “Kami pastikan juga akan mendatangi PN Surabaya,” jelasnya. (yok/nov)