Polda segera Sita Aset Sipoa

Korban Sipoa yang berdemo di Polda Jatim beberapa waktu lalu.

SURABAYA - Penetapan enam tersangka dugaan penipuan properti PT Sipoa Group beberapa waktu, Jumat (1/6), terus berlanjut. Bahkan ke depan Subdit Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jatim segera menyita aset-aset tanah Sipoa di antaranya berlokasi di Sidoarjo.

Ini ditegaskan Direskrimum Kombespol Agung Yudha Wibowo, pihaknya memastikan kalau akan segera menyita aset-aset milik PT Sipoa Group yang tentunya berupa tanah dan bangunan yang saat ini bermasalah hingga ribuan orang jadi korban.

Hanya saja, pihaknya tak bisa sekonyong-konyong melakukan penyitaan aset itu dan harus mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Karena itu para korban penipuan properti diminta untuk tidak khawatir atas aset-aset itu.

Polda Jatim memastikan kalau semenjak bergulirnya laporan jauh hari yang lalu telah memblokir di BPN atas sejumlah aset tanah Sipoa Group itu. “Kami pastikan kalau telah memblokirnya di BPN,” ungkap Agung, dikonfirmasi via ponselnya, kemarin.

Dengan pemblokiran di BPN itu tentu saja tak akan bisa dialihkan aset-aset itu. Itu semua tentu untuk keperluan penyidikan. Sedangkan untuk melakukan penyitaan aset-aset itu tentu harus menunggu penetapan pengadilan. “Nantinya kalau izin sita telah ada tentunya kami pastikan akan mematok tanah maupun bangunan di sana,” paparnya. 

Sebelumnya, para korban dugaan penipuan PT Sipoa Group mendesak polisi agar menyita aset-aset penting milik pengembang tersebut. Para korban yang tergabung dalam Paguyuban Customer Sipoa (PCS) mendesak supaya penyidik segera melakukan penyitaan aset-aset berupa tanah dan bangunan.

Permintaan tersebut setelah PCS melakukan pertemuan, dimana mereka juga mengapresiasi proses hukum yang sedang berjalan di Polda Jatim. "Kami mengapresiasi proses hukum yang sedang ditangani temen-teman kepolisian. Proses penyidikan berjalan sesuai aturan, tapi penyidik bisa melakukan langkah penyitaan aset-aset milik PT Sipoa Grup yang bernilai tinggi. Dalam hal ini tanah dan bangunan,” kata Ary Istiningtyas Humas PCS.

Ia menambahkan, para korban apartemen PT Sipoa Group berencana melakukan aksi massa dengan menduduki proyek yang digarap PT Sipoa Group. Aksi massa ini direncanakan dilakukan Sabtu (2/6), (hari ini, red). Ary mengatakan, aksi massa akan diikuti sedikitnya 500 orang. Tuntutannya supaya PT Sipoa Group mengembalikan dana ke korban, kemudian juga mendorong kepolisian menyita tanah dan bangunan proyek PT Sipoa Group. (yok/nov)

 

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU