Sidang Guru Besar Ubaya, Prof Lanny Bersikukuh Tak Bersalah 

Terdakwa Prof Lanny Kusumawati.

SURABAYA - Perdebatan sengit antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakosa dan terdakwa Prof Lanny Kusumawati, terjadi di sidang lanjutan dugaan pemalsuan surat atas terbitnya cover notes, Kamis (31/5).

Di mana Guru Besar Universitas Surabaya (Ubaya) ini bersikukuh dan terus menghindar setiap pertanyaan jaksa dalam agenda pemeriksaan terdakwa. Untuk meyakinkan dirinya tidak bersalah dengan terbitnya cover notes nomor 35 tahun 2012 itu Prof Lanny terus memberikan penjelasan yang panjang.

Dalam keterangannya bahwa dua perusahaan yaitu PT Raja Subur Abadi dengan PT Subur Abadi Raja diakuinya sama. Namun sebaliknya JPU berpendat lain, di mana kedua perusahaan itu beda dan berdiri sendiri-sendiri.

Abdulah Aziz Balhmar, seorang penasehat hukum Prof Lanny bahkan ikut memberi bantuan ketika jaksa bertanya namun ditegur Ketua Majelis Hakim Maxi Sigarlaki. Bahkan terdakwa sempat keceplosan ketika menjelaskan kedudukan kedua perusahaan. "Itu dua PT yang terpisah," jelasnya.

Terkait nama dua perusahaan yang oleh terdakwa dianggap sama menjadi pertanyaan menarik karena jelas nama keduanya berbeda. “Jika mengacu pada SK Menteri, nama kedua perusahaan ini jelas berbeda karena di sana ada kalimat mengesahkan artinya perusahaan itu baru namun jika dalam SK Menteri itu dijelaskan persetujuan mana perusahaan itu ada perubahan anggaran dasar,” imbuh Prof Lanny.

Tak hanya JPU yang ingin menggali kebenaran materiil di persidangan ini. Hakim Maxi Sigarlaki juga menanyakan cover notes nomor 35 yang ditujukan ke Ketua Pengadilan Negeri Surabaya atas permintaan siapa.

Mendapat pertanyaan ini, terdakwa menjawab bahwa cover notes itu dibuat atas permintaan ketua pengadilan, melalui pengacara yang sedang melakukan gugatan. 

Mendengar jawaban tersebut Maxi menangkap ada yang janggal dari penjelasan Prof Lanny karena menurut Maxi. Seharusnya cover notes itu dibuat atas permintaan para pihak yang memerlukan ditujukan ke instansi tertentu seperti bank atau pengadilan.

"Keinginan kliennya yang bernama Eka Ingwahjuniarti Listyadarma menjabat sebagai Presiden Direktur PT Perusahaan Dagang Industri, Perhotelan dan Pembangunan Abadi Raja singkatnya PT Subur Abadi Raja," jelas Prof Lanny usai mendengar hakim Maxi Sigarlaki membacakan isi dari cover notes nomor : 35/L.K/III/2012 tanggal 16 Maret 2012. (fer/nov)