Sidang Anak Bos Liek Motor, Pengacara Hadirkan Saksi Meringankan

Dua saksi yang dihadirkan di persidangan Royce Muljanto.

SURABAYA - Dua saksi meringankan dihadirkan pengacara terdakwa Royce Muljanto, anak bos Liek Motor, yang kesandung kasus penembakan mobil pejabat Pemkot Surabaya, Senin (14/5). Mereka yang merupakan saksi ahli itu, Firtian Judiswandarta (46), Sekretaris Umum Pengprov Perbakin Jatim, dan Sapta Aprilianto, dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Dari keterangan Firtian, yang juga atlet nasional menembak ini, banyak berkutat terkait jenis senjata. Firtian menjelaskan bahwa untuk senjata sendiri dibagi menjadi dua yaitu senjata api dan senjata angin. “Senjata api ada tempat untuk mengisi mesiu, kalau senjata angin berkaliber 4,5 mili,” jelas Firtian.

Firtian menjelaskan, bahwa kedua jenis senjata ini masuk dalam senjata olahraga. “Senjata api sudah ada rekom dan klasifikasi dari Perbakin. Kalau senjata angin masih dimusyawarahkan dan dibicarakan untuk tahapan mengeluarkan klasifikasi,” ujar Firtian.

Disinggung oleh pengacara terdakwa soal Hatsan Bullmaster Semi Auto PCP Black kaliber 4,5 mm, Firtian menegaskan bahwa itu jenis senjata angin. “Itu senjata angin,” tegas Firtian 

Sedangkan saksi Sapta Aprilianto menjelaskan dari sisi pasal yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Ali Prakosa. menambahkan bahwa di Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api tidak terpenuhi. “Dia beli secara sah dan penjual sah, maka pasal tak terpenuhi,” jelas Sapta.

Termasuk di Pasal 1, di mana dalam keteranganya mengatur soal senjata api tetapi yang dimiliki terdakwa senjata angin. “Itu hanya mengatur soal senjata api, senjata angin tak ada,” ujarnya.

Termasuk di Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan pemberatan, di mana korban harus ada ketika kejadian. “Orang yang diincar harus ada,” papar Sapta.

Sedangkan Tonic Tangkau, pengacara terdakwa Royce Muljanto menjelaskan, dengan keterangan kedua saksi ahli itu pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada keputusan hakim. “Tadi sudah dijelaskan bahwa itu senjata angin bukan senjata api. Biar majelis hakim yang memutuskan nanti,” ujarnya.

Tonic menyayangkan jaksa yang tak membawa barang bukti, sehingga saksi ahli yang dihadirkan tak bisa melihat secara langsung. “Identifikasi jenis senjata api atau bukan kan tidak bisa karena barang bukti tak dibawa,” pungkas Tonic. (fer/tyo)

 

  • 10 TERPOPULER
  • 10 TERBARU